Kredit Foto: Istimewa
PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) melepas mayoritas kepemilikan pada entitas manufaktur kendaraan listrik PT Era Industri Otomotif (EIDO) kepada XPENG International Holding (Hong Kong) Limited. Transaksi yang dilakukan pada 13 Mei 2026 itu membuat kepemilikan ERAL di EIDO turun drastis dari 99,99% menjadi 9,9%, sementara XPENG mengambil alih 90,1% saham.
Perubahan tersebut dilakukan melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham EIDO yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham. Transaksi menjadi efektif setelah perubahan data perseroan dan anggaran dasar memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 13 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi, ERAL menjelaskan rangkaian transaksi diawali dengan pengalihan satu lembar saham atau setara 0,001% kepemilikan EIDO milik Komisaris Utama Perseroan Budiarto Halim kepada Perseroan. Setelah itu, pemegang saham menyetujui pengalihan 154.072 lembar saham atau setara 90,1% kepemilikan EIDO milik Perseroan kepada XPENG.
Pasca transaksi, struktur kepemilikan EIDO berubah signifikan. Sebelum transaksi, ERAL menguasai 171.000 lembar saham atau 99,99% kepemilikan. Setelah transaksi, porsi tersebut tersisa 16.929 saham atau setara 9,9%, sementara XPENG menguasai 154.072 saham atau 90,1%.
Sebelumnya EIDO merupakan entitas yang hampir sepenuhnya dikendalikan Perseroan. Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026, EIDO tercatat memiliki total aset Rp318,36 miliar.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Penjualan Mobil Bensin Anjlok Parah, Mobil Listrik Penjualannya Melesat
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Penjualan Mobil Bensin Anjlok Parah, Mobil Listrik Penjualannya Melesat
Meski melepas pengendalian pabrik kendaraan listrik tersebut, Perseroan menyatakan transaksi tidak berdampak material terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan maupun kelangsungan usaha. ERAL menyebut aktivitas distribusi, penjualan dan layanan purnajual XPENG di Indonesia tetap dijalankan melalui PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO) yang berada di bawah Perseroan.
ERAL juga menyebut perubahan kepemilikan hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO yang berfokus pada kegiatan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan struktur baru tersebut, XPENG resmi menjadi pemegang saham mayoritas pada entitas pabrik kendaraan listrik itu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: