Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Soal Perang Rusia-Ukraina: Ada Kebencian Besar Antara Putin dan Zelensky

Trump Soal Perang Rusia-Ukraina: Ada Kebencian Besar Antara Putin dan Zelensky Kredit Foto: TASS
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan salah satu penyebab sulitnya perdamaian tercipta antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, ada kebencian yang besar antara Kiev dan Moskow.

Trump mengungkapkan bahwa dirinya baru-baru ini melakukan percakapan  dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Salah satu isi percakapan tersebut adalah terkait dengan perang dari Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Kuba Dalam Masalah Besar, Trump Ungkap Wacana Pengambilalihan oleh Amerika Serikat

Trump menyebut percakapan tersebut juga menyinggung hubungan antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Menurutnya, hubungan kedua presiden masih diliputi ketegangan tinggi.

“Ada kebencian yang sangat besar antara Putin dan Zelenskyy. Mereka tampaknya tidak bisa menemukan titik temu, tetapi saya pikir pembicaraan ini positif,” kata Trump.

Sebelumnya, Kremlin menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan sejumlah gagasan kepada Trump. Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov mengatakan kedua pemimpin juga membahas perkembangan perang di Ukraina.

Menurut Ushakov, Rusia menilai kemajuan militer yang dicapai pasukannya di medan perang dapat mendorong adanya keterbukaan terhadap upaya penyelesaian konflik dari Ukraina.

Ia menggambarkan percakapan tersebut sebagai diskusi yang sangat substansial dan berpotensi memiliki dampak nyata bagi kerja sama antara kedua negara.

Perang Rusia-Ukraina sendiri masih berlangsung dengan panas, kedua negara masih meluncurkan serangan drone yang menyasar infrastruktur penting, baik dari Moskow dan Kiev.

Baca Juga: Soal Potensi Amerika Serikat Kirim Ground Force ke Iran, Begini Kata Trump

Upaya negosiasi damai sejauh ini belum membuahkan hasil, hal tersebut menyusul tuntutan kedua belah pihak mulai dari terkait dengan penyerahan wilayah hingga pasukan yang belum bisa diterima oleh Rusia dan Ukraina.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: