Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga CPO Turun 2,81 Persen Tertekan Penurunan Harga Minyak Dunia

Harga CPO Turun 2,81 Persen Tertekan Penurunan Harga Minyak Dunia Kredit Foto: Austindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak sawit mentah atau CPO mengalami penurunan signifikan pada perdagangan siang hari ini. Sejumlah sentimen negatif bergabung menjadi faktor utama penekan harga komoditas tersebut di pasar global.

Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berada di posisi MYR 4.439 per ton. Nilai ini mencerminkan penurunan sebesar 2,81 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Data tersebut merupakan kontrak untuk pengiriman bulan Mei mendatang pada Selasa (10/3/2026). Pergerakan harga ini terpantau pada pukul 13.50 WIB menurut laporan bursa terkait.

Terbatasnya reli harga minyak dunia menjadi pemicu utama koreksi harga komoditas sawit. Harga minyak saat ini kembali turun di bawah level psikologis US$100 per barel.

Penurunan tensi konflik di wilayah Timur Tengah turut memberikan pengaruh besar bagi pasar. Kondisi ini membuat harga minyak mentah kehilangan momentum kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan konflik dengan Iran akan segera berakhir. Pernyataan tersebut langsung direspons oleh pasar energi dengan penurunan harga yang tajam.

Indeks West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun hampir 10 persen menjadi US$85,72 per barel. Data dari Bloomberg menunjukkan volatilitas perdagangan minyak tetap berada di tingkat yang tinggi.

Harga minyak dunia siang ini terpantau masih berfluktuasi dalam rentang US$88,08 per barel. Penurunan harga minyak nabati substitusi biasanya akan mengikuti tren pergerakan harga minyak bumi.

Baca Juga: Dominan Diserap Pasar Domestik, CPO PTPN IV PalmCo Tetap Menyasar 100 Persen RSPO dan ISPO

Kekhawatiran mengenai inflasi global mulai mereda seiring dengan normalisasi pasokan energi di pasar. Hal ini memberikan tekanan tambahan bagi komoditas ekspor andalan Indonesia dan Malaysia tersebut.

Para pelaku pasar kini tetap waspada memantau perkembangan geopolitik di kawasan produsen minyak mentah. Stabilitas harga CPO ke depan sangat bergantung pada permintaan global dan stabilitas harga energi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat