Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

CYBR Rencana Stock Split, Saham Beredar Tembus 13,4 Miliar

CYBR Rencana Stock Split, Saham Beredar Tembus 13,4 Miliar Kredit Foto: ITSEC Asia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengumumkan rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2 guna meningkatkan likuiditas perdagangan serta memperluas basis investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut akan dibawa untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 16 April 2026.

Dalam skema tersebut, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat dari sekitar 6,71 miliar saham menjadi sekitar 13,43 miliar saham. Sementara itu, nilai nominal per saham akan disesuaikan dari Rp25 menjadi Rp12,50.

Perseroan menyatakan langkah ini dilakukan untuk menurunkan biaya masuk (entry cost) per lot bagi investor sekaligus memperluas partisipasi investor di saham CYBR.

Direktur Utama dan CEO PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher mengatakan pemisahan saham ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas komunitas investor seiring pertumbuhan sektor keamanan siber dan kecerdasan buatan di Indonesia.

“Pemisahan saham ini mencerminkan kepercayaan kami terhadap trajektori pertumbuhan ITSEC dan keyakinan kami bahwa komunitas pemegang saham yang lebih luas dan beragam memperkuat perusahaan dalam jangka panjang. Seiring dengan matangnya sektor cybersecurity dan AI Indonesia, kami ingin lebih banyak investor, dari peserta retail hingga mitra institusional, memiliki titik masuk yang mudah dijangkau ke dalam perusahaan yang membangun kemampuan keamanan kritis dari Indonesia untuk pasar global,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/3026). 

Selain saham, penyesuaian juga dilakukan terhadap Waran Seri I CYBR (CYBR-W). Jumlah waran yang beredar akan meningkat dari sekitar 240 juta menjadi sekitar 480 juta waran. Harga pelaksanaan waran juga akan disesuaikan dari Rp400 menjadi Rp200 per waran.

Perseroan menegaskan penyesuaian tersebut dilakukan secara proporsional guna menjaga kesetaraan nilai ekonomi bagi pemegang waran

Bursa Efek Indonesia sebelumnya telah memberikan persetujuan awal atas rencana stock split tersebut melalui surat tertanggal 24 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, keputusan pemecahan saham akan ditentukan melalui RUPSLB yang membutuhkan kuorum minimal dua pertiga dari total saham yang telah diterbitkan serta persetujuan supermayoritas lebih dari dua pertiga dari saham yang hadir atau diwakili dalam rapat.

Baca Juga: Perluas Basis Investor, Itsec Asia (CYBR) Berencana Stock Split 1:2

Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham, saham dengan nilai nominal baru diperkirakan mulai diperdagangkan pada 26 Mei 2026.

Perseroan juga menyampaikan bahwa tidak terdapat rencana aksi korporasi lain yang akan mempengaruhi jumlah saham atau struktur permodalan dalam enam bulan setelah tanggal efektif pemisahan saham.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap sektor keamanan siber yang dinilai semakin penting sebagai bagian dari infrastruktur digital nasional seiring percepatan transformasi teknologi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri