Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPK, BPKP, Kejaksaan, TNI Semua Diminta Awasi Danantara! Prabowo: Ini Lembaga Paling Diawasi di Indonesia

BPK, BPKP, Kejaksaan, TNI Semua Diminta Awasi Danantara! Prabowo: Ini Lembaga Paling Diawasi di Indonesia Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Danantara genap berusia satu tahun, dan Presiden Prabowo Subianto memilih momen itu untuk menyampaikan peringatan keras soal pengawasan kekayaan negara. Di hadapan jajaran petinggi sovereign wealth fund Indonesia itu, ia mengumumkan rencana penempatan utusan khusus presiden di setiap BUMN.

"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," kata Prabowo dalam acara HUT Ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Penunjukan itu belum final, Prabowo menyebut kemungkinan penunjukan ke depan, bukan pengumuman resmi. Namun sinyal itu cukup jelas: pemerintah ingin pengawasan BUMN diperketat dari level tertinggi.

Prabowo menyebut lemahnya pengawasan sebagai penyebab utama kerugian yang dialami banyak sovereign wealth fund di berbagai negara, termasuk di negara-negara kaya sekalipun. Danantara, katanya, harus menjadi pengecualian.

"Jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya. Kita upayakan semua pengawasan. Saya kira, Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada Dewan Pengawas, saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua menko (menteri koordinator) ada di situ ya kan. Saya juga minta BPK masuk (sebagai pengawas, red.) keluar (awasi Danantara), BPKP masuk (sebagai pengawas), keluar (awasi Danantara), Kejaksaan, polisi, Panglima TNI, semua ikut mengawasi," ujar Presiden.

Daftar pengawas yang disebut Prabowo mencakup hampir seluruh lini institusi negara: BPK, BPKP, Kejaksaan, Kepolisian, hingga Panglima TNI, di samping Dewan Pengawas yang hampir seluruhnya diisi menteri koordinator.

Struktur pengawasan berlapis itu disebut Prabowo sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga aset negara.

Kepada para petinggi Danantara dan pimpinan BUMN, Prabowo juga menyampaikan pesan yang lebih personal.

"Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita," katanya.

Prabowo menekankan bahwa tata kelola yang baik bukan semata soal sistem dan mekanisme, melainkan soal integritas orang-orang yang menjalankannya.

"Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," ujarnya.

Baca Juga: Proyek Rp1.183 Triliun, PT SMI Incar Kolaborasi WtE Bareng Danantara

Danantara dibentuk untuk mengelola aset-aset BUMN strategis Indonesia sebagai sovereign wealth fund nasional. Keberadaan lembaga ini menjadikan pengelolaan kekayaan negara terpusat di satu entitas yang kini berada di bawah sorotan langsung Presiden.

Dengan rencana penempatan utusan khusus di setiap BUMN, pemerintah bergerak menuju model pengawasan yang lebih langsung dan personal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat