Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan bahwa harga BBM bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan ini berlaku setidaknya hingga berakhirnya kuartal pertama tahun 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (12/3/2026). Keputusan ini diambil sesuai dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Yuliot menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga harga jual eceran Pertalite bagi masyarakat. "BBM yang diberikan subsidi, Bapak Menteri [Bahlil Lahadalia] itu juga sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan I/2026 ini," kata Yuliot.
Pemerintah terus memantau fluktuasi harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran US$90 per barel. Evaluasi kebijakan harga setelah Maret 2026 akan mempertimbangkan kondisi anggaran subsidi dalam APBN.
Produksi minyak dalam negeri saat ini tercatat mencapai angka sekitar 610.000 barel per hari. Sebagian pasokan kebutuhan domestik masih dipenuhi melalui skema impor sebelum diolah di kilang nasional.
Kementerian ESDM memastikan bahwa pasokan BBM dalam negeri berada dalam kondisi aman menjelang mudik Lebaran 2026. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas tangki penyimpanan untuk memperkuat ketahanan energi.
Ketahanan stok BBM secara ekosistem diklaim telah melebihi batas waktu 30 hari penggunaan nasional. "Walaupun cadangan yang terlihat sekitar 23 sampai 25 hari, secara ekosistem sebenarnya lebih dari 30 hari," jelas Yuliot.
Stok Pertamax dilaporkan memiliki ketahanan sekitar 29 hari untuk memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat. Produk Pertamina Dex dan avtur bahkan memiliki cadangan yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga: ESDM Ungkap Stok Pertalite 25 Hari, LPG 11,5 Hari
Pemerintah menjamin kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Indonesia selama periode libur panjang mendatang. Optimalisasi kilang seperti Balikpapan dan Cilacap terus dilakukan guna menjaga kestabilan suplai.
Kebijakan harga Pertalite akan terus diselaraskan dengan perkembangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah. Langkah antisipasi telah disiapkan agar beban subsidi tetap terkendali tanpa memberatkan daya beli warga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat