Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong agar pasar rakyat tidak hanya menjadi pusat belanja masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai alternatif wisata kuliner.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Dorong Usaha Pariwisata Berdaya Saing, Kemenpar Perkuat Perizinan dan Sertifikasi
Ini disampaikan Mendag saat menggelar korve aksi bersih bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur serta peninjauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), pada Rabu, (11/3/2026).
“Selain menjadi tempat untuk belanja, pasar juga dijadikan alternatif wisata kuliner. Jadi, Bapak-Ibu, harapan kami kalau pasar kita semakin bersih maka pasar akan semakin ramai, masyarakat sehat, dan ekonomi Indonesia menjadi kuat,” tutur Mendag, dikutip dari siaran pers Kemendag, Kamis (12/3).
Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, kegiatan korve aksi bersih pasar sejalan dengan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan).
Gernas Mapan merupakan inisiatif Kemendag yang mengajak seluruh pemangku kepentingan di pasar rakyat untuk melaksanakan aksi bersih dan pengolahan sampah bernilai tambah ekonomi berbasis kawasan. Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Gernas Mapan di seluruh Pasar Rakyat di Indonesia, Kemendag mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk mengimplementasikan gerakan ini di pasar rakyat di seluruh Indonesia.
“Pasar merupakan simpul budaya tempat berbagai karakter masyarakat berkumpul. Karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya juga mencerminkan budaya bersih masyarakatnya. Ini yang terus didorong melalui inisiatif yang digagas oleh Bapak Menteri Perdagangan,” ujar Hanif.
Hanif juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, pengelola kawasan, hingga masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya pengelolaan sampah dari hulu. “Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong menangani persoalan sampah ini. Tanpa kerja bersama, permasalahan sampah tidak akan selesai. Karena itu, mari kita mulai membenahi dari sekarang,” jelas Hanif.
Pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Ati, menyambut baik kegiatan aksi bersih pasar yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih di pasar sebelumnya juga sudah rutin dilakukan oleh pihak kelurahan setempat.
Baca Juga: Partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026 Raup 479 Ribu Wisatawan Potensial
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pengelolaan sampah, khususnya melalui program pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan lingkungan rukun warga. Program tersebut saat ini terus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, bahkan dari rumah ke rumah. Saat ini, di beberapa kecamatan seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo sudah tersedia bank sampah induk yang terpusat di Ciracas untuk menampung sampah anorganik. Program ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga,” ujar Munjirin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: