Ail Amir & Associates Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS hingga Turunnya Indeks Negara Hukum Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi salah satu persoalan hukum yang disorot berbagai pihak, termasuk Ail Amir & Associates Law Firm.
Advokat senior Ari Yusuf Amir mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelakunya.
“Saya mengutuk keras penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Ini cara-cara biadab yang harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian,” kata Ari dalam acara buka puasa bersama Ail Amir & Associates Law Firm di Gran Rubina Business Park, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).
Seperti diberitakan sebelumnya, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dilakukan oleh orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ari menegaskan bahwa penegakan hukum yang adil merupakan fondasi utama negara hukum. Tanpa keadilan, menurutnya, hukum akan kehilangan legitimasi moral dan berpotensi berubah menjadi alat kekuasaan.
“Negara hukum harus menjamin konsistensi, prediktabilitas, serta penerapan hukum yang tidak diskriminatif,” ujarnya.
Doktor ilmu hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) itu menilai cita-cita negara hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Hal ini tercermin dari penurunan Indeks Negara Hukum Indonesia.
Berdasarkan data World Justice Project, indeks negara hukum Indonesia pada 2025 turun menjadi 0,52 dari 0,53 pada 2024. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 143 negara.
Menurut Ari, penurunan tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, melemahnya pembatasan kekuasaan sehingga hukum rentan terhadap intervensi politik. Kedua, melemahnya perlindungan terhadap hak-hak fundamental masyarakat. Ketiga, menurunnya efektivitas sistem peradilan pidana.
Ia juga menyoroti memburuknya persepsi korupsi di Indonesia.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa integritas lembaga penegak hukum masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan keadilan,” ujarnya.
Selain itu, Ari mengkritisi pergeseran fungsi hukum pidana yang seharusnya menjadi ultimum remedium atau upaya terakhir dalam penyelesaian perkara.
Menurutnya, dalam praktik di Indonesia, hukum pidana kerap dijadikan alat tekanan untuk menyelesaikan konflik yang seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme lain.
“Banyak sengketa keperdataan seperti wanprestasi atau konflik kontraktual dipaksakan masuk ke ranah pidana melalui pasal penipuan atau penggelapan,” ujar kuasa hukum Nadiem Makarim tersebut.
Ari juga menyoroti penggunaan delik obstruction of justice atau perintangan penyidikan yang dinilai berpotensi menjadi alat pembungkaman.
Menurutnya, dalam praktiknya pasal tersebut kerap dipersepsikan menyasar advokat, insan pers, dan masyarakat, sementara aparat penegak hukum relatif jarang tersentuh oleh pasal yang sama.
“Sementara aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim relatif tidak tersentuh pasal yang sama. Hal ini menimbulkan kesan adanya bias kekuasaan dalam penerapannya serta ketimpangan terhadap prinsip equality before the law,” ujar kuasa hukum mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong itu.
Dalam acara tersebut, aktor senior Anwar Fuady juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama tersebut. Ia mengaku memutuskan bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena melihat rekam jejak Ari Yusuf Amir di dunia hukum.
Menurut Anwar, Ari Yusuf Amir merupakan advokat yang berpengalaman dengan berbagai klien penting, di antaranya mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar, mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, serta Tom Lembong dan Nadiem Makarim.
“Saya bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena kantor ini qualified dan terbaik,” ujar Anwar.
Sementara itu, aktor sekaligus sutradara Deddy Mizwar yang hadir sebagai kolega Anwar Fuady turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun.
“Semoga Bang Anwar Fuady tetap sehat dan terus memberikan manfaat,” kata pemeran Haji Zakaria dalam serial Para Pencari Tuhan tersebut.
Acara buka puasa bersama ini juga digelar dalam rangka memperingati ulang tahun ke-79 Anwar Fuady, yang selain dikenal sebagai aktor senior juga berprofesi sebagai advokat di Ail Amir & Associates Law Firm.
Sejumlah relasi dan tamu undangan turut menghadiri acara tersebut, mulai dari pejabat negara, menteri, perwira tinggi TNI dan Polri, hingga pejabat dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Hadir pula sejumlah klien Ail Amir & Associates Law Firm dari kalangan BUMN, pengusaha nasional, hingga perusahaan swasta asing dari Jepang dan Korea Selatan.
Selain itu, sejumlah selebritas yang merupakan kolega Anwar Fuady turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya Roy Marten, Deddy Mizwar, dan Dwi Yan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat