Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Buka Suara soal Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Tak Akan Dibiarkan Mangkrak

BGN Buka Suara soal Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Tak Akan Dibiarkan Mangkrak Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan berbagai aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara tetap akan dimanfaatkan, termasuk motor listrik yang sempat menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Lembaga tersebut menilai barang yang sudah terlanjur dibayar tidak boleh berakhir tanpa manfaat bagi pelaksanaan program pemerintah.

Sikap itu disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari saat menanggapi pertanyaan mengenai keberlanjutan penggunaan motor listrik yang diadakan pada masa kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, prinsip utama yang dipegang saat ini adalah memaksimalkan seluruh aset yang telah menggunakan dana negara.

Arumsari mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan terkait berbagai pengadaan yang pernah dilakukan. Namun, pembahasan tidak hanya terbatas pada motor listrik semata.

"Iya, nanti gini kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan, ya," kata Arumsari di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut dia, barang yang sudah dibeli pada tahun anggaran sebelumnya harus memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan program BGN. Karena itu, pemanfaatan aset menjadi salah satu fokus evaluasi yang sedang dilakukan lembaga tersebut.

Selain motor listrik, sejumlah perangkat teknologi juga masuk dalam daftar yang akan terus digunakan. Di antaranya perangkat Internet of Things (IoT), laptop, hingga kamera pengawas atau CCTV yang sebelumnya telah diadakan.

Arumsari menegaskan evaluasi yang dilakukan BGN tidak bertujuan menghentikan penggunaan barang yang sudah tersedia. Sebaliknya, lembaga tersebut ingin memastikan seluruh aset yang ada dapat mendukung operasional secara maksimal.

"Tapi poinnya nggak cuma itu, tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT (Internet of Things), CCTV dan sebagainya yang sudah memang sudah terlanjur dibayar dimaksimalkan," ujarnya.

Pemanfaatan aset lama juga menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran yang kini diterapkan BGN. Langkah itu dilakukan agar pengeluaran negara tidak berulang pada kebutuhan yang sebenarnya sudah terpenuhi.

Karena alasan tersebut, BGN mulai menyisir rencana belanja tahun 2026. Pengadaan yang memiliki fungsi atau keluaran serupa dengan aset yang telah tersedia disebut tidak lagi menjadi prioritas.

Arumsari menyebut sejumlah pos anggaran telah ditinjau ulang untuk menghindari pembelian barang yang sama. Kebijakan tersebut diharapkan membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.

"Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih outputnya akan sama dengan yang 2025 kami bilang no. Itu nggak ada lagi di 2026," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa prinsip tersebut berlaku secara umum terhadap seluruh aset yang sudah dibeli, bukan hanya pada satu jenis barang tertentu. Menurutnya, tanggung jawab pengelolaan anggaran negara menuntut setiap aset dimanfaatkan secara optimal.

"Tapi prinsip secara umum saya nggak bicara satu-satu sih, kaos kaki lah, motor lah, apa, enggak. Tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025, karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya itu," katanya.

Di tengah evaluasi yang dilakukan BGN, Kejaksaan Agung juga tengah melakukan pendalaman terhadap berbagai pengadaan yang pernah dilakukan lembaga tersebut. Proses tersebut dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan pemeriksaan tidak hanya menyasar satu jenis pengadaan tertentu. Seluruh belanja yang dilakukan BGN akan diteliti untuk melihat kesesuaian dan kewajarannya.

Baca Juga: Nanik Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Jubir BGN

Meski demikian, Febrie menegaskan tujuan utama pendalaman tersebut adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal. Program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

"Yang jelas kita ingin bagaimana BGN ini berjalan sesuai rencana awal. Rencana awal tuh ini kan untuk anak-anak, anak-anak kita supaya dia juga bergizi, dia baik, ketika sekolah perutnya terisi, sehingga menerima pembelajaran bagus," kata Febrie.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama