Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Airlangga Tetap Waspada Meski Harga Minyak Mulai Melandai

Airlangga Tetap Waspada Meski Harga Minyak Mulai Melandai Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi geopolitik setelah meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia. 

Konflik tersebut sebelumnya dinilai berisiko mengganggu pasokan minyak global dan jalur distribusi energi internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan dengan kondisi yang mulai membaik, harga minyak dunia kembali turun ke kisaran US$83 per barel. 

Namun demikian, pemerintah masih memilih bersikap hati-hati dalam menyusun asumsi dan kebijakan ekonomi.

"Ya pertama tentu kita monitor karena harga minyaknya akan turun lagi ke sekitar US$83  tetapi kan semua ini baru selesai sudah ditandatangani. Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif," ungkap Airlangga di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Harga minyak dunia diketahui turun ke level terendah pada Senin (15/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang serta memulihkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah Usai AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal

Baca Juga: Harga BBM Mengacu Pergerakan Pasar Minyak Global Digugat di MK!

Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent merosot US$3,58 atau 4,10% menjadi US$83,75 per barel pada pukul 00.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun US$4,01 atau 4,72% menjadi US$80,87 per barel. Kedua kontrak tersebut sebelumnya juga telah anjlok lebih dari 3% pada Jumat lalu.

Perdana Menteri Pakistan, yang negaranya berperan sebagai mediator, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada Jumat mendatang. Trump pada Minggu menyatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka tanpa pungutan biaya (toll free) dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga akan diakhiri.

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dengan pengaturan oleh Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra