Polda Metro Jaya sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie KontraS Sengaja Sebar Foto Hasil AI, DPR Pun Ikut Terkecoh
Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imannudin, menegaskan bahwa gambar atau sketsa yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus itu merupakan hoaks alias tidak benar.
Iman menjelaskan gambar yang beredar tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang tidak berkaitan dengan proses penyelidikan yang sedang dilakukan kepolisian.
Menurut dia, beredarnya gambar tersebut diduga merupakan upaya pelaku dan jaringannya untuk mengaburkan proses penyelidikan, mengalihkan perhatian publik, serta menutupi fakta hukum yang tengah dikumpulkan penyidik.
"Gambar atau identitas terduga pelaku yang beredar di media sosial dipastikan merupakan hasil rekayasa teknologi AI,” kata Iman dalam konferensi pers.
Ia menambahkan kemunculan gambar tersebut diduga sebagai bentuk kepanikan dari pihak pelaku setelah sejumlah rekaman video dari lokasi kejadian mulai tersebar.
Saat ini, kata Iman, kepolisian masih berfokus pada pengolahan data dari rekaman kamera pengawas (CCTV) asli yang diperoleh dari sejumlah titik di sepanjang jalur keberangkatan hingga pelarian para terduga pelaku.
Iman mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama yang tidak berasal dari sumber resmi kepolisian.
"Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya pada unggahan atau tautan yang tidak resmi. Hasil penyelidikan dan tangkapan layar CCTV yang valid akan kami sampaikan dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman juga mengaku sempat terkecoh foto yang beredar di media sosial yang diduga sebagai pelaku penyerangan.
Habiburokhman menilai penyalahgunaan teknologi AI berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat apabila tidak segera diluruskan.
"Saya pikir bahaya ya AI kalau dibiarkan dan menyebarkan bisa membingungkan masyarakat, bisa menimpulkan kebingungan, saya khawatir ada orang sekilas mirip begitu digebukin rame-rame, Polri harus gencar meng-counter setiap perkembangan info yang tidak tepat. Saya kira kemarin itu gambar beneran, "itu AI bang", kata temen-temen di Polri," Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Ia juga mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk lebih aktif mengklarifikasi informasi yang tidak akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: