Mau Hancurkan Lebanon, Sekutu Amerika Serikat Peringatkan Israel
Kredit Foto: Istimewa
Sekutu Amerika Serikat (AS) memperingatkan dampak besar terkait serangan darat besar yang dilancarkan oleh Israel di Lebanon. Hal tersebut menurutnya berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar di Timur Tengah.
Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Inggris mengatakan bahwa pihaknya menyoroti kondisi kemanusiaan yang sudah sangat mengkhawatirkan akibat eskalasi konflik di Lebanon. Ia meminta adanya penahanan diri dari Israel.
Baca Juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Amankan Selat Hormuz: Demi Stabilitas Ekonomi Global
“Serangan darat besar akan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan dapat memicu konflik berkepanjangan,” katanya, dikutip dari Reuters.
Serangan Israel sejauh ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 880 orang di Lebanon. Selain itu, lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi, sementara sekitar 130.000 orang kini tinggal di tempat penampungan kolektif.
Sekutu Amerika Serikat (AS) tersebut juga menyerukan adanya dialog yang diplomatis dan berkelanjutan dari Israel dan Lebanon. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah setempat untuk melucuti kelompok militan dari Hezbollah.
“Kami sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan di Lebanon dan menyerukan keterlibatan serius dari perwakilan kedunya untuk merundingkan solusi politik yang berkelanjutan,” demikian pernyataan tersebut.
Diketahui, Lebanon mulai terseret ke dalam konflik regional menyusul serangan dari Hezbollah ke Israel. Kelompok tersebut menyatakan serangan itu dilakukan sebagai bentuk balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Ia diketahui tewas akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel ke Teheran.
Baca Juga: Amerika Serikat Minta Global Beri Label Teroris ke Hizbullah dan Iran IRGC
Israel kemudian merespons dengan operasi militer besar-besaran di Lebanon. Tel Aviv juga memperingatkan kemungkinan kehancuran kepada negara tersebut dengan skala yang serupa dengan konflik di Gaza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: