Kredit Foto: Sufri Yuliardi
2. Gunakan Sisa THR untuk Investasi dengan Conviction
Setelah kebutuhan Lebaran terpenuhi, sisa THR dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal investasi.
Sergio menekankan pentingnya melakukan investasi dengan dasar analisis dan keyakinan, bukan sekadar mengikuti tren atau FOMO.
“Investor yang sehat adalah mereka yang punya conviction terhadap keputusan investasinya. Jadi bukan sekadar ikut ramai, tapi memahami kenapa mereka memilih instrumen tersebut,” katanya.
3. Bangun Confidence Lewat Literasi Finansial
Mengelola uang dengan baik tidak hanya bergantung pada besar kecilnya pendapatan, tetapi juga pada tingkat literasi finansial. Dengan pemahaman yang baik tentang investasi dan pengelolaan keuangan, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.
“Confidence dalam berinvestasi datang dari pemahaman. Semakin kita mengerti cara kerja pasar dan instrumen investasi, semakin baik pula keputusan yang bisa kita ambil,” tambah Sergio.
Baca Juga: Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran
4. Parkirkan Dana Produktif di xRDN IPOT
Salah satu cara agar dana tidak cepat habis adalah dengan menempatkannya pada rekening dana nasabah (xRDN) yang tetap memberikan potensi imbal hasil.
Di aplikasi IPOT, saldo yang tersimpan di xRDN tetap dapat memberikan potensi imbal hasil sekitar 2 persen, lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan konvensional yang umumnya berada di kisaran 0,02–0,2 persen per tahun, namun tetap memiliki likuiditas tinggi. Dengan cara ini, dana tetap produktif sekaligus membantu mengurangi dorongan belanja impulsif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: