Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rosan Sebut Pemicu IHSG Ambruk Bukan Karena Isu Badan Ekspor, Tapi Gara-gara Ini

Rosan Sebut Pemicu IHSG Ambruk Bukan Karena Isu Badan Ekspor, Tapi Gara-gara Ini Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan terkoreksi sejak Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan badan khusus ekspor sumber daya alam (SDA). Pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), indeks ditutup melemah 233,56 poin atau 3,54% ke level 6.094.

Menanggapi situasi pasar modal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh faktor teknikal dan persepsi pasar. Salah satunya terkait penyesuaian saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Dan memang ini kan kita tahu ada MSCI. Ini menyebabkan pasti investor mungkin keluar karena ada peruasaan yang dikeluarkan juga itu akan mengalami penekanan," kata Rosan kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5/2026).

Meski begitu, Rosan menyebutkan kondisi kinerja perusahaan pelat merah, khususnya perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), masih menunjukkan tren positif berdasarkan data riil.

"Kalau kita lihat satu persatu mungkin BUMN kami seperti Bank Himbara Kalau kita lihat justru performanya meningkat yield-nya juga di atas 10-11% Kalau saya senang bicaranya secara statistik di data gitu ya," lanjutnya.

Baca Juga: IHSG Terjungkal 3,54% ke 6.094, Sentimen Ekspor Komoditas Tekan Pasar

Baca Juga: Penjelasan Purbaya Terkait Sentmen Badan Ekspor Baru yang Bikin IHSG Rontok

Rosan turut mengimbau para pelaku pasar untuk tidak panik dan tetap menggunakan pendekatan investasi jangka panjang dalam menghadapi volatilitas harian atau dinamika persepsi pasar modal saat ini.

"Jadi yang penting secara menengah ke depannya long run-nya itu akan baik," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra