- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Investasi USD 20 Miliar ke INPEX, Prof Henry Indraguna: Bukti Kecerdasan Bahlil Jaga Kedaulatan Energi
Kredit Foto: INPEX Masela Ltd
Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Tokyo, Jepang, pertengahan Maret 2026 mempertegas peran strategis Indonesia dalam peta energi global.
Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Ryosei Akazawa, Menteri Bahlil berhasil menyepakati dua nota kesepahaman (MoU) terkait rantai pasok mineral kritis dan pengembangan teknologi nuklirnya rendah karbon.
Bahlil juga mendorong percepatan investasi migas Inpex Corporation di Proyek Gas Lapangan Abadi Blok Masela senilai Rp339 Triliun.
Tak berhenti di situ, eks Menteri Investasi/ Kepala BKPM ini juga menawarkan pengelolaan bersama komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, hingga logam tanah jarang.
Diplomasi mencakup penguatan kerja sama di sektor batubara, gas alam cair (LNG), serta proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), termasuk penyelesaian PLTSa Legok Nangka dan optimalisasi PLTP Sarulla.
Diplomasi Bahlil Lahadalia ini mendapat tanggapan dari pemerhati kebijakan publik, Prof. Dr. Henry Indraguna, SH., MH.
Prof Henry menyebut capaian ini sebagai kedaulatan hukum dan ekonomi yang presisi di tengah ketidakpastian geopolitik.
"Indonesia tidak lagi menjadi objek dalam relasi kuasa global, namun menjadi subjek yang aktif mendefinisikan kepentingannya sendiri," ujar Prof Henry yang dikutip di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Prof Henry menilai bahwa apa yang dilakukan pemerintah adalah sebagai upaya mendekonstruksi narasi negara berkembang hanya berfungsi sebagai penyedia bahan mentah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: