Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penyakit Jantung dan Hipertensi: Apakah Sering Diturunkan dalam Keluarga?

Oleh: dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, Dokter Spesialis Jantung yang berpraktek di RS Premier Bintaro

Penyakit Jantung dan Hipertensi: Apakah Sering Diturunkan dalam Keluarga? Kredit Foto: Pexels/freestocks.org
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apakah Anda memiliki orang tua atau saudara yang menderita penyakit jantung atau hipertensi (tekanan darah tinggi)? Jika iya, Anda memang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa di kemudian hari.

Faktor keturunan diketahui berperan penting dalam perkembangan penyakit jantung dan hipertensi, terlebih jika disertai dengan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan. Memahami hubungan antara faktor genetik dan penyakit jantung dapat membantu Anda melakukan pencegahan sejak dini demi menjaga kesehatan jantung.

Hubungan Genetik dengan Penyakit Jantung

Beberapa jenis penyakit kardiovaskular memiliki komponen genetik yang kuat, artinya dapat diturunkan dari orang tua kepada anak. Risiko akan meningkat secara signifikan apabila anggota keluarga dekat—seperti ayah, ibu, atau saudara kandung—mengalami penyakit jantung pada usia dini, yaitu sebelum 55 tahun pada pria atau 65 tahun pada wanita.

Faktor genetik dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan jantung, antara lain:

  • Kadar kolesterol darah (LDL dan HDL)
  • Tekanan darah
  • Kecenderungan terbentuknya plak lemak di pembuluh darah (aterosklerosis)
  • Fungsi jantung dan pembuluh darah

Meski demikian, faktor keturunan bukanlah satu-satunya penentu. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, risiko penyakit jantung tetap dapat ditekan secara signifikan.

Jenis Penyakit Jantung yang Sering Diturunkan

Beberapa penyakit jantung yang diketahui memiliki faktor genetik atau sering diturunkan dalam keluarga antara lain:

1. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

PJK disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah jantung sehingga menghambat aliran darah ke otot jantung. Riwayat serangan jantung atau angina pada anggota keluarga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi serupa.

2. Kardiomiopati (Kelainan Otot Jantung)

Kardiomiopati merupakan gangguan pada otot jantung yang menyebabkan jantung membesar, menebal, atau menjadi kaku. Jenis tertentu, seperti kardiomiopati hipertrofik (HCM) dan dilatasi (DCM), bersifat genetik dan dapat memicu gagal jantung maupun gangguan irama jantung yang serius.

3. Aritmia (Gangguan Irama Jantung)

Beberapa aritmia, seperti Long QT Syndrome dan Brugada Syndrome, merupakan kelainan genetik yang memengaruhi sistem listrik jantung dan dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak.

4. Hiperkolesterolemia Familial

Kondisi ini ditandai dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang sangat tinggi sejak lahir akibat kelainan genetik. Tanpa penanganan, penderita berisiko mengalami penyakit jantung koroner pada usia muda, bahkan sebelum 40 tahun.

Hubungan Keturunan dengan Hipertensi

Selain penyakit jantung, hipertensi juga sering diturunkan dalam keluarga. Anak dengan salah satu atau kedua orang tua yang memiliki tekanan darah tinggi memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami hipertensi.

Faktor genetik yang berperan dalam hipertensi meliputi:

  • Fungsi ginjal dalam mengatur keseimbangan natrium (garam) dan cairan tubuh
  • Kekakuan pembuluh darah akibat faktor bawaan
  • Respons tubuh terhadap hormon stres, seperti adrenalin dan sistem renin-angiotensin

Namun, faktor lingkungan—seperti pola makan tinggi garam, obesitas, kurang olahraga, serta stres kronis—dapat memperberat dan mempercepat terjadinya hipertensi.

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Penyakit jantung dan hipertensi sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Meski demikian, beberapa keluhan berikut perlu diwaspadai:

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada
  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Mudah lelah atau sering pusing
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan
  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol

Bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, disarankan melakukan pemeriksaan jantung secara rutin minimal satu hingga dua kali per tahun.

Cara Mencegah Penyakit Jantung dan Hipertensi Turunan

Walaupun faktor genetik tidak dapat diubah, penerapan gaya hidup sehat terbukti mampu menurunkan risiko secara signifikan. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:

  1. Menjaga Pola Makan Sehat
  • Batasi konsumsi garam, lemak jenuh, dan gula berlebih
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan biji-bijian

Rutin Berolahraga

  • Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu
  • Pilih olahraga seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda

Menghindari Merokok dan Alkohol Berlebihan

  • Zat dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah

Mengendalikan Berat Badan

  • Obesitas meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner

Mengelola Stres dengan Baik

  • Stres kronis dapat meningkatkan hormon yang memicu tekanan darah tinggi

Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala

  • Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta EKG secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga penyakit jantung.

Pemeriksaan Deteksi Dini yang Disarankan

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko genetik, beberapa pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • EKG (Elektrokardiogram): mendeteksi gangguan irama jantung
  • Ekokardiografi (USG Jantung): menilai struktur dan fungsi jantung
  • CT Calcium Score atau MSCT Jantung: mendeteksi penyempitan pembuluh darah jantung
  • Tes darah: untuk menilai kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal

Konsultasikan dengan dokter spesialis jantung untuk menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Kesimpulan

Penyakit jantung dan hipertensi memang dapat diturunkan dalam keluarga, terutama bila disertai dengan pola hidup tidak sehat. Namun, faktor genetik bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan rutin, risiko penyakit jantung dan hipertensi dapat dikendalikan.

Mengenali riwayat keluarga sejak dini dan melakukan langkah pencegahan yang tepat merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: