Kredit Foto: Ist
"Stryker memiliki langkah-langkah keberlangsungan bisnis yang telah diterapkan, dan kami berkomitmen untuk terus melayani pelanggan kami.” kata juru bicara Stryker, dikutip pada Kamis (26/3/2026).
Serangan ini kini tengah diselidiki oleh otoritas keamanan siber Amerika Serikat.
Pemerintah bekerja sama dengan sektor publik dan swasta untuk mengungkap lebih jauh skala dan dampak serangan tersebut.
"Kami bekerja bahu-membahu dengan mitra sektor publik dan swasta kami saat kami terus mengungkap informasi yang relevan dan memberikan bantuan teknis untuk serangan yang ditargetkan pada Stryker,” kata Pelaksana Tugas Direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS, Nick Andersen, mengutip dari TechCruch, Kamis (26/3/2026).
Handala sendiri dikenal sebagai kelompok peretas dengan motif ideologis yang kerap menargetkan infrastruktur penting dan menggunakan serangan siber sebagai alat tekanan politik.
Baca Juga: Tak Hanya Manfaat, Bisnis juga Harus Bersiap Hadapi Ancaman Siber di Era AI
Aksi mereka mencerminkan tren meningkatnya penggunaan dunia maya sebagai medan konflik baru.
Insiden ini menegaskan perang modern tidak lagi terbatas pada senjata konvensional, tetapi juga melibatkan serangan digital yang dapat mengganggu layanan vital di berbagai belahan dunia. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: