Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Keluar dari FCA, Investor Serbu Saham Garuda (GIAA) hingga Sentuh ARA

Keluar dari FCA, Investor Serbu Saham Garuda (GIAA) hingga Sentuh ARA Kredit Foto: Antara/Ampelsa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia(BEI) efektif 26 Maret 2026. Hal ini menandai perbaikan fundamental perseroan setelah mengalami tekanan kinerja dalam beberapa tahun terakhir.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan saham GIAA kini diperdagangkan menggunakan mekanisme full call auction (FCA) dan masuk ke papan pengembangan.

Selain itu, notasi khusus “E” yang menunjukkan ekuitas negatif telah dihapus dan tidak lagi berlaku. Dengan demikian, status perdagangan saham GIAA kembali normal dengan mekanisme perdagangan reguler.

“Perkembangan ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap persepsi investor serta meningkatkan likuiditas dan daya tarik saham perseroan di pasar,” tulis manajemen Garuda Indonesia dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data perdagangan RTI Business hingga pukul 09.35 WIB, saham Garuda melonjak 21,92% ke level Rp89 per lembar dan menyentuh batas atas auto reject atas (ARA).

Bahkan, pada awal pembukaan perdagangan, saham emiten BUMN tersebut sempat menyentuh level Rp96 per lembar.

Sebelumnya, BEI menempatkan saham Garuda dalam papan pemantauan khusus akibat kondisi ekuitas negatif. Namun, perbaikan struktur keuangan mulai terlihat dengan ekuitas yang berbalik positif pada 2025 menjadi US$91,9 juta, dari posisi negatif US$1,35 miliar pada 2024.

Dari sisi kinerja, Garuda masih mencatatkan rugi bersih sekitar US$322,4 juta pada 2025, seiring tekanan pendapatan yang melemah sekitar 5,85% secara tahunan.

Baca Juga: Makin Bengkak, Garuda Indonesia (GIAA) Catat Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025

Baca Juga: Garuda Targetkan 2026 sebagai Fase Turnaround Kinerja

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Turun Kasta Jadi Bintang 4, Ini Kata Manajemen

Kendati demikian, perbaikan ekuitas menjadi sinyal awal penguatan fundamental dan keberlanjutan proses transformasi yang tengah dijalankan perseroan.

Secara pergerakan harga, saham GIAA sebelumnya berada di level Rp73 per lembar pada perdagangan Rabu (25/3/2026), dengan kenaikan sekitar 4,29% dalam sepekan terakhir, meskipun masih terkoreksi sekitar 25,51% sejak awal tahun.

Keluarnya GIAA dari papan pemantauan khusus BEI menjadi momentum penting bagi perseroan untuk memulihkan kepercayaan pasar, seiring berlanjutnya upaya transformasi kinerja operasional dan keuangan menuju fase turnaround.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri