Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Resmi! AS Tarik Seluruh Militer dari Irak per 30 September 2026

Resmi! AS Tarik Seluruh Militer dari Irak per 30 September 2026 Kredit Foto: AP Photo/Nabil al-Jurani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan menarik seluruh pasukannya dari Irak paling lambat pada 30 September 2026 mendatang.

Keputusan strategis ini resmi mengakhiri kehadiran militer AS di Irak yang telah berlangsung selama 23 tahun, sejak invasi pertama kali dilakukan pada tahun 2003 silam.

Kesepakatan bersejarah ini diumumkan secara langsung setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi di Gedung Putih, Washington, pada Selasa (14/7/2026).

Trump menegaskan bahwa hubungan kedua negara saat ini sudah sangat baik, terutama dalam sektor ekonomi dan kerja sama minyak, sehingga tidak memerlukan lagi kehadiran kekuatan militer.

"Hubungan (AS-Irak) ini adalah hubungan besar yang tidak membutuhkan militer," ujar Donald Trump seperti dikutip dari Associated Press.

Trump menambahkan bahwa tujuan awal kehadiran militer AS adalah untuk memberikan bantuan dan perlindungan. Namun, melihat situasi saat ini, Washington menilai intervensi militer sudah tidak lagi diperlukan.

Meskipun personel militer akan angkat kaki sepenuhnya dari Baghdad, kemitraan ekonomi antara kedua negara dipastikan tetap berjalan. Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, memastikan bahwa stabilitas keamanan di Irak mampu melindungi investasi asing.

"Perusahaan-perusahaan komersial asal Amerika Serikat akan tetap beroperasi di Irak setelah militer angkat kaki," tegas Ali Al-Zaidi.

Kehadiran militer AS di Irak memiliki sejarah panjang yang penuh dengan dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah invasi awal pada 2003 dan berlanjut AS melakukan meredam konflik domestik dan melakukan operasi kontra-pemberontakan.

Kemudian pada 2014 AS melawan ISIS, kelompok ekstremis dan pada 2021, operasi tempur melawan ISIS resmi dihentikan seiring melemahnya kelompok tersebut. AS kemudian menyisakan sekitar 2.500 personel yang fokus pada pelatihan militer Irak dan operasi kontra-terorisme terbatas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: