Garda Indonesia Minta Pemerintah Atur Tarif Jemput dan Waktu Tunggu Driver Ojol
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Ia juga menekankan perlunya perlindungan sosial bagi pengemudi, baik dari sisi kesehatan maupun ketenagakerjaan.
Fokus utama menurut mereka adalah menciptakan sistem tarif yang transparan dan proporsional.
“Kami sangat berharap Presiden Prabowo pro rakyat, pro kepentingan 7 juta pengemudi ojol, 30–50 juta keluarga ojol, dan 75 juta UMKM yang menggantungkan fundamental ekonominya dari porsi bagi hasil 90:10,” tuturnya.
Baca Juga: Antisipasi Krisis BBM, Asosiasi Ojol Dorong Subsidi Motor Listrik
Garda Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah, investor, dan perusahaan aplikator, untuk merumuskan kebijakan yang lebih adil, sekaligus memperkuat kontribusi sektor gig economy terhadap perekonomian nasional.
Regulasi yang komprehensif dinilai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan driver, platform, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: