Kredit Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon
Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang resmi memperkuat kerja sama bilateral di sektor pariwisata melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) di Tokyo.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism/MLIT), Kasumigaseki, Senin (30/6/2026) ini dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana bersama Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA), Shigeki Murata, serta sejumlah pejabat dari kedua negara.
Melansir dari siaran pers Kementerian Pariwisata, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat kolaborasi pariwisata dengan negara-negara di Asia Timur, khususnya Jepang.
Langkah tersebut juga berfungsi sebagai upaya mitigasi terhadap dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, termasuk ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan internasional.
Melalui penguatan kemitraan dengan negara-negara di kawasan tersebut, Indonesia mendorong diversifikasi pasar sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara.
MoC Indonesia–Jepang ini, yang ditandatangani bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang, juga menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kedua negara memiliki landasan kerja sama formal di bidang pariwisata. MoC ini merupakan hasil proses koordinasi dan pembahasan intensif antara kedua negara selama lebih dari dua tahun terakhir.
Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain promosi pariwisata bersama dalam berbagai pameran internasional, pengembangan produk pariwisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya, pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata, kerja sama sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama di bidang MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan.
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia dalam pengembangan pariwisata. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.
Menteri Pariwisata juga menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara. Saat ini rute penerbangan Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan, dengan peluang pengembangan rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta asal kota-kota besar di Jepang.
Selain itu, Menteri Pariwisata juga menyampaikan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri termasuk di bidang pariwisata. Menteri Pariwisata berharap hal tersebut dapat dipersiapkan diantaranya melalui program pengembangan sumber daya manusia dalam kerangka kerja MoC yang baru saja ditandatangani.
Implementasi kerja sama ini akan dilaksanakan melalui pembentukan Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi serta memantau pelaksanaan program kerja sama secara berkelanjutan.
Baca Juga: Menpar Dorong Penguatan Konektivitas RI–Jepang, Yogyakarta Jadi Pintu Baru Pariwisata
Baca Juga: Bali Dibanjiri 807 Ribu Wisatawan saat Lebaran, Menpar Apresiasi Layanan Prima
Rangkaian kegiatan penandatanganan MoC diawali dengan pertemuan bilateral antara kedua Menteri, dilanjutkan dengan upacara penandatanganan, sesi foto bersama, serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: