Jepang Menangis di Depan Mata, Moriyasu Terpukul usai Brasil Balikkan Keadaan pada Injury Time
Kredit Foto: Instagram/japanfootbalassosiation
Perjalanan timnas Jepang di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan cara yang paling menyakitkan setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat dua gol Brasil pada menit-menit akhir pertandingan.
Samurai Biru dipastikan tersingkir di babak 32 besar usai kalah dramatis 1-2 dari Brasil di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa WIB, meski sempat memimpin lebih dulu sepanjang laga.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah melihat perjuangan anak asuhnya berakhir tanpa hasil yang diharapkan.
"Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini," ujar Moriyasu, dikutip dari laman resmi FIFA.
Jepang sebenarnya tampil disiplin dan mampu membuat Brasil frustrasi sepanjang babak pertama.
Keunggulan lebih dulu diraih melalui gol Kaishu Sano yang membuat harapan Jepang untuk menciptakan kejutan semakin besar.
Brasil baru mampu membalas pada babak kedua lewat Casemiro setelah terus meningkatkan intensitas serangan.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, petaka datang bagi Jepang.
Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil pada masa injury time, sekaligus memupus mimpi Samurai Biru melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Moriyasu mengaku hasil tersebut sangat sulit diterima karena seluruh pemain telah mengerahkan kemampuan terbaik mereka sepanjang pertandingan.
Meski terpukul, pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan kekalahan ini harus dijadikan bekal agar Jepang bisa berkembang pada turnamen-turnamen berikutnya.
"Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi," kata Moriyasu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf pelatih yang terus bekerja keras mendampingi para pemain sejak awal turnamen hingga babak gugur.
Bagi Moriyasu, perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026 memang telah usai, tetapi semangat juang para pemain menjadi modal penting untuk membangun kekuatan baru di masa depan.
Sementara itu, Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar dan selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Pantai Gading melawan Norwegia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: