Omongan Pemain Jepang Bikin Brasil Tersinggung, Marquinhos Janji Balas di Lapangan
Kredit Foto: FIFA
Laga Brasil melawan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi perang psikologis sudah lebih dulu pecah setelah pernyataan striker muda Samurai Biru, Kento Shiogai, memancing reaksi keras kubu Selecao.
Ucapan Shiogai yang menyebut Brasil sudah tidak sekuat era sebelumnya langsung menjadi sorotan media dan publik Negeri Samba sehari menjelang pertandingan.
Kapten Brasil, Marquinhos, menjadi sosok pertama yang merespons komentar tersebut dengan nada tegas.
Bek Paris Saint-Germain itu menilai ucapan lawannya justru menjadi tambahan motivasi bagi Brasil untuk membuktikan kualitas mereka di atas lapangan.
"Biarkan mereka terus berbicara, karena itu semakin memotivasi kami. Mereka bisa mengatakan apa pun yang mereka mau, tetapi kami akan menunjukkan kemampuan kami di lapangan," kata Marquinhos.
Marquinhos menganggap Jepang mungkin terlalu percaya diri menghadapi salah satu tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
"Mungkin mereka sedikit terlalu percaya diri. Kami sendiri juga perlu membuktikan kekuatan kami."
Pernyataan tersebut langsung mendapat dukungan luas dari media olahraga Brasil yang ikut mengkritik komentar Shiogai.
Majalah olahraga Terra bahkan menurunkan artikel dengan judul "Kesombongan Jepang Akan Membuka Jalan bagi Brasil."
Dalam ulasannya, media tersebut mengakui Brasil memang tidak lagi mendominasi dunia seperti beberapa dekade lalu, tetapi menilai Jepang justru berisiko terjebak oleh rasa percaya diri berlebihan.
Terra menilai apabila Jepang benar-benar memilih bermain terbuka karena merasa mampu mengimbangi Selecao, maka hal itu justru bisa menguntungkan Brasil.
Kecepatan pemain seperti Vinicius Junior dan Rayan diyakini akan mendapat ruang lebih besar untuk mengeksploitasi lini pertahanan Samurai Biru.
Media tersebut juga menyebut aksi saling sindir semacam ini memang menjadi bagian dari daya tarik sepak bola, terutama menjelang pertandingan besar di panggung Piala Dunia.
Meski begitu, tidak semua media Brasil memiliki pandangan yang sama terhadap komentar Shiogai.
Globo Esporte justru mengambil pendekatan yang lebih tenang dan tidak menggeneralisasi ucapan sang striker sebagai sikap seluruh Timnas Jepang.
Dalam laporannya, media tersebut menggambarkan Jepang sebagai tim yang memiliki rasa percaya diri tinggi, tetapi tetap menghormati setiap lawan yang dihadapi.
Globo Esporte juga menilai komentar Shiogai merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan karakter tim asuhan Hajime Moriyasu secara keseluruhan.
Di sisi lain, kontroversi akibat kutipan pemain memang bukan hal baru di Piala Dunia 2026.
Turnamen kali ini beberapa kali diwarnai pernyataan pemain yang dipotong atau dibingkai sedemikian rupa hingga memunculkan polemik di media sosial maupun media massa.
Kini perhatian publik tertuju pada duel Brasil kontra Jepang yang akan digelar di babak 32 besar.
Pertandingan tersebut bukan hanya mempertemukan dua kekuatan sepak bola dari benua berbeda, tetapi juga menjadi ajang pembuktian apakah komentar Shiogai benar-benar mampu mengguncang mental Brasil atau justru menjadi bahan bakar tambahan bagi Selecao untuk tampil lebih garang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: