Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tertekan Sentimen Global, IHSG Hari Ini Ditutup Turun ke Level 7.091

Tertekan Sentimen Global, IHSG Hari Ini Ditutup Turun ke Level 7.091 Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, di tengah tekanan sentimen global yang masih membayangi pasar. Berdasarkan data RTI, IHSG turun 5,38 poin atau -0,08% ke level 7.091,67, setelah sepanjang hari bergerak di rentang 6.945,50 hingga 7.104,64.

Pergerakan saham pada akhir perdagangan didominasi tren negatif. Sebanyak 403 saham terkoreksi, 272 saham terapresiasi dan 149 saham stagnan. 

Meski begitu, tujuh sektor terpantau berada di zona hijau. Energi naik 2,18%, teknologi 1,42%, transportasi 1,41%, barang konsumen non primer 1,29%, industrial 0,83%, barang konsumen primer 0,25% dan kesehatan 0,14%.

Di zona merah, sektor keuangan turun tajam -1,17%, bahan baku -0,80%, properti -0,46%, dan sektor infrastruktur yang melemah -0,34%.

Hingga akhir sesi, IHSG mencatatkan volume perdagangan 25,05 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,66 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp14,9 triliun dengan kapitalisasi pasa Rp12.536 triliun. 

Di jajaran saham, tekanan terdalam dialami PT Sat Nusapersada Tbk yang anjlok 14,81% ke Rp322. Disusul PT Fortune Mate Indonesia Tbk yang turun 14,49% ke Rp236, serta PT Hotel Fitra International Tbk yang melemah 14,38% ke Rp262.

Sementara itu, saham-saham dengan kenaikan tertinggi dipimpin oleh PT Equity Development Investments Tbk yang melesat 34,44% ke Rp121. Diikuti PT Nusantara Almazia Tbk yang naik 34,02% ke Rp260, serta PT Kian Santang Muliatama Tbk yang menguat 29,41% ke Rp110.

Pelemahan IHSG sejalan dengan tren bursa Asia yang cenderung risk-off, dipicu meningkatnya ketidakpastian perang geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki pekan kelima.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran, menyusul belum adanya titik terang dalam jalur diplomasi.

Mengutip The Washington Post, Pentagon dikabarkan mempertimbangkan pengerahan pasukan, mulai dari operasi khusus hingga infanteri konvensional, untuk melakukan serangan terbatas di Teheran.

Meski demikian, keputusan akhir masih berada di tangan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya juga telah mengajukan proposal perdamaian kepada Iran.

Baca Juga: IHSG Sudah Jenuh Jual, Sinyal Rebound Mulai Muncul Meski Masih Terbatas

Baca Juga: Risiko Oversupply Mengintai di Balik Target Free Float 15%

Jika skenario ini terealisasi, eskalasi konflik berpotensi meningkat signifikan. Keterlibatan pasukan darat biasanya menandai fase perang yang lebih intens dan berisiko meluas secara global.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada geopolitik, tetapi juga dapat menjalar ke pasar keuangan. Potensi lonjakan harga minyak, gangguan rantai pasok energi, serta meningkatnya volatilitas pasar global menjadi risiko yang terus dicermati investor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement