Indonesia Dapat Rp380 Triliun dari Jepang, Sinyal Kuat Kepercayaan Investor ke Indonesia
Kredit Foto: Dok. BPMI
Komitmen investasi senilai Rp380 triliun dari Jepang menjadi sorotan utama dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Angka besar ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan indikator posisi Indonesia di mata dunia. Ia menilai minat investasi yang terus mengalir menunjukkan daya tarik Indonesia semakin menguat.
"Itu adalah bukti bahwa Indonesia menjadi magnet investasi dunia. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, di luar semakin mantap untuk berinvestasi di Indonesia," kata Teddy dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang. Hubungan ekonomi kedua negara dinilai terus berkembang secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Jadi investasi tadi itu adalah bagian dari seluruh perjanjian Indonesia-Jepang," ujarnya.
Kunjungan ini juga diwarnai agenda strategis lain yang memperkuat hubungan bilateral. Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk membahas kerja sama lanjutan.
Selain itu, pertemuan dengan sejumlah pengusaha besar Jepang juga menjadi bagian penting dari kunjungan tersebut. Pemerintah memfasilitasi dialog langsung antara kepala negara dan pelaku industri guna mendorong realisasi investasi.
"Besok sorenya akan dipertemukan dengan sekitar 12 pengusaha terbesar Jepang oleh Pak Menteri Investasi dan Menteri ESDM dengan Bapak Presiden seperti yang dilakukan kemarin di Amerika. Nah, kesimpulannya apa? Jadi intinya adalah Indonesia dengan investasi yang begitu besar di sini, tadi Pak Presiden datang, Rp380 triliun investasi datang," kata Teddy.
Di hari pertama kunjungan, Presiden juga bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito serta Putra Mahkota Fumihito di Istana Kekaisaran Jepang. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama di bidang lingkungan hidup.
“Intinya bahas berbagai macam kerja sama dan peningkatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Terutama tadi yang menarik adalah tentang perlindungan terhadap hutan dan lingkungan hidup,” kata Teddy.
Pertemuan kenegaraan tersebut berlangsung sekitar 45 menit dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Secara keseluruhan, agenda di Istana Kekaisaran Jepang berlangsung lebih dari dua jam.
Selain agenda diplomatik, Presiden Prabowo juga menghadiri forum bisnis Indonesia-Jepang yang menjadi salah satu titik penting dalam kunjungan ini. Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara untuk menjajaki peluang kerja sama konkret.
“Kemudian yang kedua yang menarik, siang sampai sore tadi ada 'business forum'. Intinya dari 'business forum' itu adalah adanya kerja sama antara Indonesia dan Jepang dan investasi pemerintah Jepang dan swasta dari Jepang ke Indonesia sebesar kurang lebih Rp380 triliun,” ungkap Teddy.
Bagi Indonesia, komitmen investasi ini menjadi dorongan penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Realisasi investasi ke depan akan menjadi kunci apakah komitmen besar ini benar-benar berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement