Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Manuver Amerika Serikat, Trump Ancam Lenyapkan Pulau Kharg di Iran

Manuver Amerika Serikat, Trump Ancam Lenyapkan Pulau Kharg di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat kembali mengancam akan membombardir Iran. Namun Washington di sisi lain juga mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Teheran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan rezim yang lebih rasional di Iran. Namun memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan besar.

Baca Juga: Efek Perang Iran, Pesawat Amerika Serikat Tak Diizinkan Gunakan Langit Spanyol

"Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi," ungkap Trump di Truth Social.

Namun Trump juga kembali mengeluarkan ancaman keras terkait konflik yang masih berlangsung dengan Iran. Ia mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital negara tersebut jika tak ada pembukaan dari Selat Hormuz.

Trump mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.

"Jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk bisnis, kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan dengan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak dan Pulau Kharg," tegas dari Trump.

Strait of Hormuz atau Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia. Penutupan jalur ini telah memicu kekhawatiran global terkait pasokan energi dan stabilitas ekonomi.

Trump sebelumnya memberi jeda serangan terhadap fasilitas energi dari negara tersebut selama sepuluh hari, yang dijadwalkan berakhir pada awal April. Meski mengklaim adanya kemajuan dalam negosiasi, ia secara bersamaan terus mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Terbaru, Amerika Serikat mulai mengerahkan ribuan pasukan tambahan, termasuk 82nd Airborne Division. Ia merupakan pasukan elite yang dapat membuka berbagai opsi dalam perang untuk Trump.

Pasukan yang dikerahkan mencakup elemen markas, unit logistik serta satu brigade tempur lengkap. ia juga akan melengkapi ribuan personal marinir yang telah dikirimkan oleh Washington. Kini Timur Tengah memiliki ribuan pasukan dari angkatan laut, pasukan khusus dan unit lainnya dari Amerika Serikat.

Adapun Washington tidak mengungkapkan lokasi penempatan mereka secara detail. Namun pengerahan ini disebut sebagai langkah antisipasi untuk memperkuat kapasitas operasi militer dari Amerika Serikat di Iran.

Hingga kini, belum ada keputusan resmi untuk mengirim pasukan darat langsung ke Iran. Namun, kehadiran pasukan tambahan ini membuka berbagai kemungkinan, termasuk operasi militer terbatas dalam dalam wilayah terkait jika diperlukan.

Langkah ini memicu kecurigaan dari Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan bahwa ada ketidakkonsistenan sikap dari Amerika Serikat. Hal ini terkait dengan upaya membahas negosiasi damai sambil mempersiapkan invasi darat yang dilakukan oleh Washington.

Qalibaf menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima tekanan atau “penghinaan” dari pihak mana pun. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya masih ingat bagaimana negaranya diserang tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Pasukan Elite 82nd Airborne Dikerahkan, Amerika Serikat Incar Sejumlah Objektif di Iran

Ancaman terhadap infrastruktur energi dan air sendiri berpotensi meningkatkan eskalasi konflik secara signifikan. Serangan terhadap fasilitas vital dapat berdampak luas tidak hanya bagi negara terkait, tetapi juga bagi stabilitas kawasan dan global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement