- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bahlil Pastikan Percepat Proyek Blok Masela Senilai Rp339 Triliun Usai Tertunda 27 Tahun
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi percepatan pengembangan proyek gas Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku. Proyek strategis nasional tersebut tercatat telah mengalami penundaan operasional selama kurang lebih 27 tahun.
Kepastian investasi dari Inpex Corporation menjadi pendorong utama dimulainya kembali aktivitas eksplorasi berskala besar tersebut. Selain itu, pemerintah Jepang melalui perusahaan migas terbesarnya telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
Nilai dasar pengembangan proyek Blok Masela diperkirakan mencapai angka 20 miliar dolar AS atau setara Rp339,88 triliun. Di samping itu, terdapat tambahan investasi sebesar 1 miliar dolar AS khusus untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
“Total project-nya 20,9 miliar US dolar karena ada tambahan CCS agar lebih ramah lingkungan,” ujar Bahlil di Tokyo, Selasa (31/3/2026). Terlebih lagi, dinamika geopolitik global saat ini diprediksi dapat meningkatkan total nilai investasi hingga melampaui angka tersebut.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar implementasi proyek ini segera dilakukan guna memperkuat kedaulatan energi nasional. Selain itu, operasional Blok Masela diproyeksikan akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain gas utama di tingkat dunia.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi baru terbarukan di tengah ketidakpastian situasi global. Di samping itu, pengembangan sektor panas bumi, air, hingga tenaga surya akan terus didorong selama teknologinya dinilai efisien.
Koordinasi solid antarlembaga selama kunjungan kerja ke Jepang menjadi kunci keberhasilan pencapaian kesepakatan investasi migas ini. Terlebih lagi, peran Sekretaris Kabinet dinilai sangat vital dalam menyelaraskan urusan teknis diplomasi ekonomi di Negeri Sakura tersebut.
Pemanfaatan teknologi CCS dalam proyek ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar industri hijau yang berkelanjutan. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor global yang fokus pada isu lingkungan dan pengurangan emisi.
Baca Juga: Konsorsium Petrosea Raih Kontrak Rp989 Miliar Proyek LNG Masela
Blok Masela diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru, khususnya bagi wilayah Maluku dan Indonesia bagian timur secara umum. Di samping itu, ketersediaan pasokan gas domestik akan menjamin keberlangsungan industri manufaktur nasional dalam jangka panjang.
Realisasi proyek ini juga dipandang sebagai jawaban atas tantangan ketergantungan energi fosil impor yang selama ini membebani anggaran negara. Dengan demikian, kemandirian energi nasional diharapkan dapat segera terwujud melalui optimalisasi sumber daya alam di dalam negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Advertisement