- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Penjualan CLEO Naik Jadi Rp2,82 Triliun di 2025, tapi Laba Terpangkas 17,9%
Kredit Foto: Tanobel
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang tahun 2025, namun tekanan biaya membuat laba bersih Perseroan justru mengalami penurunan.
Emiten air minum dalam kemasan (AMDK) ini membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp381,82 miliar, turun 17,91% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp465,15 miliar.
Di sisi top line, penjualan neto CLEO tetap tumbuh menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,69 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen air botol sebesar Rp1,56 triliun, diikuti bukan botol Rp1,2 triliun, serta lain-lain Rp50,28 miliar.
Namun, peningkatan penjualan tersebut diiringi dengan kenaikan beban. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,12 triliun. Meski begitu, laba bruto masih mencatatkan kenaikan tipis menjadi Rp1,58 triliun dari Rp1,57 triliun.
Tekanan utama terlihat pada beban operasional. Beban penjualan meningkat signifikan menjadi Rp891,92 miliar dari Rp780,55 miliar, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp141,33 miliar dari Rp131,08 miliar.
“Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” kata Direktur Utama Sariguna Primatirta, Melisa Patricia.
Kinerja CLEO ditopang oleh jaringan operasional yang luas. Hingga akhir 2025, Perseroan telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, serta didukung lebih dari 10.000 mitra distribusi.
Dari sisi inovasi, CLEO meluncurkan dua produk baru sepanjang 2025, yakni Cleo 1 Liter Bottled On-the-go dan Cleo Lite 500 ml yang mengusung desain botol lebih ramah lingkungan.
Ke depan, ekspansi masih berlanjut. CLEO berencana mengoperasikan pabrik baru di Palu pada kuartal II 2026, sehingga total pabrik menjadi 33 unit. Selain itu, dua pabrik tambahan di Pekanbaru dan Pontianak juga tengah dalam proses perizinan.
Baca Juga: Produsen Indomie (ICBP) Raih Penjualan Rp74,85 Triliun di 2025, Laba Naik 30%
Baca Juga: Mayora Indah (MYOR) Bukukan Penjualan Rp38,68 Triliun Sepanjang 2025
“Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan,” tambah Melisa.
Dari sisi neraca, total aset CLEO meningkat menjadi Rp3,01 triliun dari Rp2,66 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp706,66 miliar dari Rp733,61 miliar, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp2,31 triliun dari Rp1,92 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement