Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Klaim Rezim Baru Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Langsung Membantah

Trump Klaim Rezim Baru Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Langsung Membantah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Klaim soal upaya gencatan senjata dalam konflik Iran kembali memicu polemik setelah pernyataan berbeda muncul dari Amerika Serikat dan Teheran. Perbedaan narasi ini menambah ketidakpastian arah penyelesaian konflik yang masih berlangsung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah meminta penghentian pertempuran kepada Washington. Ia bahkan menyebut permintaan tersebut datang dari kepemimpinan baru Iran yang dinilai lebih rasional dibanding sebelumnya.

“Presiden dari pemerintahan baru Iran, yang jauh tidak radikal dan jauh lebih cerdas dibanding para pendahulunya, baru saja meminta Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata,” tulisnya di Truth Social.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

Menurutnya, Iran tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata seperti yang disampaikan Washington. Bantahan ini memperlihatkan adanya perbedaan besar dalam komunikasi kedua pihak.

Di sisi lain, Washington menyatakan bahwa kemungkinan gencatan senjata tetap terbuka. Namun, ada syarat utama yang harus dipenuhi sebelum kesepakatan dipertimbangkan.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. Jalur tersebut dinilai krusial bagi stabilitas perdagangan global, terutama energi.

Ia juga memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut selama syarat tersebut belum dipenuhi. Tekanan militer disebut akan ditingkatkan hingga tujuan Washington tercapai.

Sementara itu, laporan Axios menyebut adanya pembahasan internal di Amerika Serikat terkait kemungkinan gencatan senjata. Diskusi ini melibatkan sejumlah pejabat di dalam dan luar pemerintahan.

Namun, belum ada kepastian apakah pembicaraan tersebut akan berujung pada kesepakatan. Sumber yang sama menyebut jalur komunikasi dengan Iran masih belum jelas, termasuk kemungkinan keterlibatan mediator seperti Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa komunikasi dengan Amerika Serikat memang terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut hanya sebatas pertukaran pesan, bukan negosiasi resmi.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik belum sepenuhnya mengarah pada penyelesaian damai. Jalur diplomasi memang mulai terbuka, tetapi masih dibayangi ketidakpercayaan yang tinggi di antara kedua pihak.

Baca Juga: Netanyahu Klaim Hancurkan Kemampuan Industri Iran

Trump sendiri dalam beberapa kesempatan menyebut konflik ini mendekati akhir. Ia bahkan mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai perubahan besar dalam kepemimpinan Iran.

Meski demikian, perbedaan klaim antara Washington dan Teheran menandakan bahwa jalan menuju gencatan senjata masih panjang. Selama syarat strategis seperti pembukaan Selat Hormuz belum terpenuhi, konflik berpotensi terus berlanjut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement