Kredit Foto: Kemkomdigi
“Kalau BPJS Kesehatan punya use case dan data, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung kita kerjakan bersama. Tujuannya jelas, layanan ke masyarakat harus lebih cepat, lebih akurat,” paparnya.
Di sisi lain, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengungkapkan, pihaknya sebenarnya telah mulai mengembangkan sejumlah use case berbasis AI, meski masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kami sudah mulai bangun chatbot, analisis klaim, dan smart analytics."
"Tapi memang masih ada gap, terutama dalam pengembangan model dan pemanfaatan data,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memahami kebutuhan pengguna secara komprehensif.
“Chatbot kami masih sebatas pengganti FAQ."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement