Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komdigi: Registrasi Biometrik untuk Pengguna SIM Lama Masih Sukarela

Komdigi: Registrasi Biometrik untuk Pengguna SIM Lama Masih Sukarela Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan registrasi biometrik untuk pengguna nomor lama masih bersifat sukarela.

Ia menjelaskan pengguna kartu SIM lama atau existing number tidak diwajibkan melakukan registrasi biometrik wajah atau face recognition seperti yang akan diterapkan untuk nomor baru mulai 1 Juli 2026.

“Yang pertama, untuk pengguna kartu lama voluntary dulu. Kenapa voluntary? Karena masih untuk yang new registration,” ujar Edwin dalam Konferensi Pers Menyambut Pemberlakuan Registrasi Biometrik Secara Penuh di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, dikutip dari live streaming Komdigi, Jumat (29/5/2026).

Edwin menjelaskan kebijakan sukarela diterapkan karena pemerintah masih ingin memastikan kesiapan sistem operator seluler dan integrasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) apabila nantinya registrasi biometrik diwajibkan untuk ratusan juta pelanggan.

Saat ini jumlah pengguna nomor telepon di Indonesia mencapai sekitar 295 juta, dengan 97 persen di antaranya menggunakan layanan prabayar.

Meski tidak wajib, Edwin menilai verifikasi biometrik tetap penting bagi pengguna nomor lama untuk memastikan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) mereka tidak disalahgunakan pihak lain.

Baca Juga: Komdigi Blokir Polymarket, Taruhan Digital Kripto Dianggap Judi Online

Baca Juga: Regulasi Biometrik SIM Card Dinilai Krusial, Tekan Akun Mule dan Pencucian Uang

“Jadi ini untuk melindungi diri mereka, mereka juga bisa melakukan pengecekan nanti jangan-jangan nomor mereka juga dipakai secara tidak sah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk registrasi nomor baru, Komdigi tetap mewajibkan penggunaan biometrik mulai 1 Juli 2026. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), selama masa uji coba Januari-April 2026 tercatat 1,4 juta nomor baru telah diregistrasi menggunakan verifikasi biometrik wajah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri