Kredit Foto: Folago
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berhasil membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba pada 2025, setelah diakuisisi oleh PT Matra Tri Abadi (MTA), ditopang efisiensi dan ekspansi bisnis digital.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp25,30 miliar, berbalik dari rugi Rp541,06 juta pada 2024.
Kinerja tersebut mencerminkan lonjakan laba hingga 4.767,91 persen, seiring perubahan model bisnis dan penguatan ekosistem digital pasca aksi korporasi pada Agustus 2025.
Pendapatan neto tercatat sebesar Rp410,11 miliar, turun dari Rp841,59 miliar pada tahun sebelumnya, sejalan dengan pergeseran fokus bisnis ke segmen yang lebih efisien.
Namun, penurunan pendapatan diikuti perbaikan signifikan pada struktur biaya. Beban pokok pendapatan turun tajam menjadi Rp355,88 miliar dari Rp836,70 miliar.
Kondisi tersebut mendorong laba bruto melonjak 1.007,73 persen menjadi Rp54,23 miliar dari Rp4,89 miliar.
Kontributor utama pendapatan berasal dari produk digital sebesar Rp291,75 miliar atau 71,14 persen dari total pendapatan. Sementara itu, jasa pemasaran digital menyumbang Rp96,44 miliar, serta komisi dan iklan sebesar Rp18,76 miliar.
Laba per saham dasar juga berbalik positif menjadi Rp4,60 dari sebelumnya rugi Rp0,08 per saham.
Dari sisi neraca, total aset perseroan melonjak 115,19 persen menjadi Rp360,23 miliar dari Rp167,40 miliar pada 2024.
Peningkatan ini ditopang lonjakan kas dan setara kas yang naik 3.950 persen menjadi Rp110,15 miliar dari Rp2,72 miliar.
Liabilitas tercatat meningkat menjadi Rp44,87 miliar, terutama akibat kenaikan utang usaha seiring ekspansi operasional. Namun, struktur permodalan tetap terjaga dengan total ekuitas naik 92,78 persen menjadi Rp315,36 miliar.
Perubahan kinerja terjadi setelah MTA resmi menjadi pengendali baru melalui akuisisi pada Agustus 2025. Perseroan juga mengubah nama dari PT Aviana Sinar Abadi Tbk menjadi PT Folago Global Nusantara Tbk.
Sebagai bagian dari transformasi, perseroan mengakuisisi dua entitas, yakni PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong, guna memperkuat bisnis multi channel network (MCN) dan layanan digital gift.
Baca Juga: Raih Pendapatan Rp91,81 Miliar, Laba INET Lompat 1.743% di 2025
Baca Juga: Surge (WIFI) Kantongi Pendapatan Rp1,65 Triliun pada 2025, Laba Melesat 76%
Baca Juga: PADA Bangkit dari Rugi, Laba Melonjak 115% di 2025
Langkah tersebut memperluas diversifikasi pendapatan serta memperkuat posisi perseroan di industri digital nasional.
Dengan kombinasi efisiensi biaya, penguatan likuiditas, serta ekspansi ekosistem digital, IRSX mencatatkan perbaikan profitabilitas yang signifikan sepanjang 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement