Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Setoran PNBP PT Bukit Asam Turun Jadi Rp3,01 T Hingga Kuartal III 2025 Imbas Harga Anjlok

Setoran PNBP PT Bukit Asam Turun Jadi Rp3,01 T Hingga Kuartal III 2025 Imbas Harga Anjlok Kredit Foto: PT Bukit Asam Tbk
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kontribusi terhadap penerimaan negara, baik dari sektor pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga triwulan III tahun 2025.

Penurunan ini dipicu oleh koreksi harga batubara global yang cukup drastis sepanjang tahun berjalan.

Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail mengungkapkan, meskipun secara volume produksi mengalami peningkatan, tekanan pada harga jual rata-rata membuat nilai kontribusi fiskal perusahaan ke kas negara menyusut dibandingkan periode sebelumnya.

“Selanjutnya dari sisi penerimaan negara baik pajak maupun bukan pajak ini, kami masih tetap memberikan kontribusi meskipun ada penurunan."

"Penurunannya untuk penerimaan negara bukan pajak pada tahun 2023 tercatat sebesar 4,23 triliun, ini turun menjadi 4,11 triliun pada tahun 2024, dan pada sembilan bulan tahun 2025 turun menjadi 3,01 triliun,” ungkap Arsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Senayan.

Arsal merinci, PNBP perusahaan mengalami penurunan rata-rata sebesar 26 persen.

Meski demikian, ia menegaskan perseroan tetap berupaya menjaga level kontribusi yang positif bagi negara, di tengah tantangan pasar yang berat.

Selain penerimaan negara, laba bersih emiten pertambangan anggota grup MIND ID ini juga mengalami tekanan hebat.

Hingga sembilan bulan pertama tahun 2025, laba bersih PTBA tercatat sebesar Rp1,39 triliun, atau merosot hingga 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang mencapai Rp3,23 triliun.

Kinerja keuangan yang terkoreksi ini berbanding terbalik dengan kinerja operasional perusahaan.

Hingga triwulan III 2025, PTBA sebenarnya berhasil memproduksi batubara sebesar 35,9 juta ton, naik 9 persen secara tahunan (year on year).

Namun, kenaikan produksi tersebut tidak mampu membendung dampak dari penurunan indeks harga batubara dunia.

Baca Juga: PTBA Kantongi Laba Bersih Rp2,93 Triliun di 2025

“Hal ini menjadi catatan kami, karena harga batu bara di tahun 2025 ini menghadapi challenging turunnya cukup drastis ini, sehingga laba kami terkoreksi sebesar 57%,” tambah Arsal.

Sebagai upaya mitigasi ke depan, PTBA kini tengah fokus pada langkah-langkah efisiensi biaya yang dapat dikontrol, serta melakukan optimalisasi operasional dan komersial untuk menjaga stabilitas kinerja perseroan hingga akhir tahun. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement