- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Dukung Ketahanan Pangan, PT Bukit Asam Urus Izin Edar Kalium Humat ‘BA Agro’
Kredit Foto: PTBA
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempercepat langkah diversifikasi bisnis, dengan mengembangkan batubara menjadi produk bernilai tambah tinggi berupa Kalium Humat.
Saat ini, emiten pertambangan plat merah tersebut sedang dalam proses mengurus izin edar, untuk produk pembenah tanah yang diberi merek "BA Agro" tersebut.
Direktur Utama PT Bukit Asam Arsal Ismail menjelaskan, pengembangan Kalium Humat ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita pemerintah, khususnya di sektor kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
“Nah, kami juga tentunya dalam rangka mendukung astacita pemerintah, kami mengembangkan batu bara ini nantinya akan menjadi kalium humat."
"Kalium humat ini nantinya digunakan sebagai pembenah tanah atau soil conditioner, yang nantinya diharapkan atau sudah berhasil kami lakukan di skala penelitian untuk meningkatkan kesuburan dari tanah,” ungkap Arsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR, Jakarta, dikutip pada Jumat (3/4/2026).
Arsal menambahkan, saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahapan teknis yang lebih matang.
Perusahaan menargetkan produksi tahap awal dapat segera dipasarkan, setelah seluruh proses perizinan dan desain rampung.
“Tahun ini kami sedang mengerjakan FS (Feasibility Study) dan front end engineering design atau FEED, dan juga sedang pengurusan izin edar produk kalium humat dengan nanti kami namakan dengan BA Agro,” tambahnya.
Pengembangan BA Agro ini direncanakan dilakukan dalam dua fase.
Fase pertama ditargetkan selesai pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi sebesar 173 ton per tahun.
Fase kedua diproyeksikan tuntas pada tahun 2028 dengan kapasitas produksi yang jauh lebih besar, yakni mencapai 10.000 ton per tahun.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Dual Track PTBA untuk melakukan transformasi bisnis, dari sekadar perusahaan tambang batubara menjadi perusahaan energi kelas dunia yang berbasis hilirisasi.
Baca Juga: PTBA Kantongi Laba Bersih Rp2,93 Triliun di 2025
Dengan Kalium Humat, batubara kalori rendah milik PTBA dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Indonesia.
“Kami harapkan nantinya di tahun 2030 PT BA akan fokus pada inisiasi komersialisasi hilirisasi batu bara, sehingga nanti kami harapkan dapat bertransformasi menjadi perusahaan energi kelas dunia melalui hilirisasi,” tutur Arsal. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement