Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Erajaya (ERAA) Raih Penjualan Rp76,6 Triliun, Laba Naik 15,82% di 2025

Erajaya (ERAA) Raih Penjualan Rp76,6 Triliun, Laba Naik 15,82% di 2025 Kredit Foto: Siaran Pers/Erajaya Swasembada
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja emiten distribusi perangkat elektronik PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid sepanjang 2025 di tengah persaingan industri ritel gadget yang semakin ketat.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, ERAA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,19 triliun, naik 15,82% dibandingkan Rp1,03 triliun pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp75,68 dari Rp65,42.

Dari sisi top line, penjualan perusahaan mencapai Rp76,6 triliun, melonjak dari Rp65,27 triliun pada 2024. Kontribusi terbesar berasal dari segmen telepon selular dan tablet sebesar Rp60,07 triliun, diikuti aksesoris dan lain-lain Rp11,92 triliun, komputer dan peralatan elektronik Rp3,05 triliun, serta produk operator Rp1,55 triliun.

Secara geografis, wilayah Tengah (meliputi Jabodetabek, Kalimantan, Singapura, dan Malaysia) menjadi kontributor terbesar dengan Rp45,81 triliun. Sementara wilayah Barat (Sumatera dan Jawa) menyumbang Rp22,47 triliun, dan wilayah Timur Rp8,32 triliun.

Namun, pertumbuhan ini juga diiringi kenaikan beban pokok penjualan yang cukup signifikan menjadi Rp68,25 triliun dari Rp58,00 triliun. Meski demikian, laba bruto tetap meningkat menjadi Rp8,35 triliun dari Rp7,27 triliun.

Dari sisi operasional, beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp3,82 triliun dari Rp2,99 triliun. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,57 triliun. Kenaikan ini menunjukkan ekspansi bisnis yang diikuti dengan peningkatan biaya operasional.

Di sisi lain, Perseroan mencatat perbaikan pada pendapatan non-operasional. Pendapatan lainnya meningkat signifikan menjadi Rp753,81 miliar dari Rp441,61 miliar, meskipun beban lainnya juga naik menjadi Rp50,96 miliar dari Rp15,5 miliar.

Kombinasi tersebut mendorong laba usaha meningkat menjadi Rp2,43 triliun dari Rp2,13 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Penjualan Alfamidi (MIDI) Tembus Rp20,64 Triliun di 2025, Laba Melonjak 45%

Baca Juga: Grup Bakrie–Salim (BUMI) Cetak Laba USD81 Juta di 2025, Tumbuh 20,05%

Dari sisi neraca, total aset ERAA melonjak menjadi Rp28,85 triliun dari Rp21,77 triliun. Liabilitas juga bengkak menjadi Rp18,67 triliun dari Rp12,71 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp10,17 triliun dari Rp9,05 triliun.

Secara keseluruhan, ERAA menunjukkan kinerja yang tetap kuat di tengah ekspansi bisnis. Pertumbuhan penjualan yang tinggi, ditopang oleh berbagai lini produk, menjadi faktor utama yang menjaga tren positif laba perusahaan. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri