Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, IHSG Diprediksi Terjun Bebas

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, IHSG Diprediksi Terjun Bebas Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan 6-10 April 2026 di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga minyak global. Kombinasi dua faktor tersebut menjadi ujian utama bagi stabilitas pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

Pada pekan sebelumnya, IHSG ditutup di level 7.026 atau turun 0,99% dibandingkan pekan sebelumnya pada perdagangan Kamis (2/4/2026), seiring libur nasional Jumat Agung. Tekanan juga tercermin dari aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp2,8 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan pelemahan pasar saham dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang meningkatkan ketidakpastian.

Dari sisi global, eskalasi geopolitik meningkat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan serangan langsung ke Iran. Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke aset safe haven.

“Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek,” jelas David, dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Sementara dari domestik, kebijakan peningkatan campuran biodiesel menjadi B50 mulai 1 Juli turut menjadi perhatian pasar. Kebijakan tersebut berpotensi mengalihkan pasokan CPO ke sektor energi dan memicu kenaikan harga minyak goreng serta inflasi, yang dapat menekan daya beli masyarakat dan kinerja sektor barang konsumsi.

Untuk pekan depan, David menekankan dua indikator utama yang perlu dicermati pelaku pasar, yakni nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.

Baca Juga: IHSG Sepekan Tertekan Sentimen Geopolitik, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.305 Triliun

Baca Juga: IHSG Drop Sepakan, Ini Daftar Saham Penekannya

Baca Juga: Pidato Trump Tekan Pasar, IHSG Hari Ini Ditutup Jeblok 2,19% ke 7.026

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup drastis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel, beban subsidi energi dalam APBN berpotensi meningkat signifikan dan mengancam batas defisit fiskal.

“Tekanan ini diperparah oleh posisi Rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS yang secara otomatis meningkatkan biaya impor bahan baku dan memicu kenaikan inflasi domestik,” tambahnya.

Di tengah tekanan tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam tren melemah dengan rentang support di level 6.700 dan resistance di 7.250. Pergerakan indeks juga dipengaruhi sentimen penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi (high shareholding composition) sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang telah diantisipasi pasar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement