Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemkomdigi Bilang Rating Game di Steam Tidak Resmi

Kemkomdigi Bilang Rating Game di Steam Tidak Resmi Kredit Foto: Unsplash/Alex Haney
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rating gim di platform Steam menjadi sorotan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), karena dinyatakan bukan merupakan klasifikasi resmi Indonesia Game Rating System (IGRS).

Kemkomdigi menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia pengguna.

Kemkomdigi mengecam Steam dalam penyampaian informasi klasifikasi yang tidak akurat, karena dapat berdampak langsung pada pelindungan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan, rating yang muncul di platform tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare, dan belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia.

“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS."

"Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim,” ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana di Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026).

Kemkomdigi juga menemukan indikasi penggunaan label IGRS pada platform tersebut, melalui mekanisme internal tanpa verifikasi resmi, sehingga tidak mencerminkan hasil klasifikasi yang sah.

Dalam keterangannya, Kemkomdigi menekankan, setiap pelaku usaha digital wajib menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan.

Kewajiban ini diatur dalam sejumlah regulasi, antara lain Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 (Revisi UU ITE), Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, serta Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Berdasarkan aturan tersebut, Kemkomdigi menilai Steam terindikasi ketidaksesuaian antara informasi yang ditampilkan dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, termasuk penayangan rating yang tidak resmi serta penggunaan label IGRS tanpa verifikasi.

Kemkomdigi menyatakan akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam, dan melakukan pembahasan lebih lanjut guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

“Kami meminta platform memastikan setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan."

"Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” tutur Sonny.

Apabila dalam proses evaluasi ditemukan pelanggaran, Kemkomdigi akan menindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk langkah administratif terhadap penyelenggara sistem elektronik yang tidak patuh.

BACA JUGA: Label IGRS di Steam Diduga Tanpa Verifikasi, Kemkomdigi Lakukan Evaluasi

Kemkomdigi juga terus menyempurnakan sistem IGRS melalui penguatan mekanisme verifikasi dan pengawasan, agar klasifikasi gim menjadi lebih akurat dan terpercaya.

Kemkomdigi menekankan pengawasan ruang digital membutuhkan peran bersama, termasuk masyarakat yang diimbau mengacu pada informasi resmi melalui laman IGRS dan kanal resmi pemerintah, serta aktif melaporkan ketidaksesuaian informasi melalui alamat [email protected] atau kanal resmi komdigi.go.id. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement