Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bengkak Ribuan Persen, Adhi Karya (ADHI) Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025

Bengkak Ribuan Persen, Adhi Karya (ADHI) Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025 Kredit Foto: Adhi Karya
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang 2025 dengan rugi bersih yang melonjak tajam. Perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,4 triliun, melonjak 6.127% dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp86,75 miliar. 

Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar ikut membengkak menjadi Rp642,58 dari sebelumnya Rp10,32. Dari sisi top line, pendapatan usaha ADHI tercatat Rp9,66 triliun, turun signifikan dari Rp13,35 triliun pada tahun sebelumnya. 

Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen teknik dan konstruksi sebesar Rp8,35 triliun, diikuti manufaktur Rp628,51 miliar, properti dan pelayanan Rp409,8 miliar, serta investasi dan konsesi Rp268,46 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan memang ikut turun menjadi Rp8,61 triliun dari Rp11,72 triliun. Namun, laba kotor tetap tergerus menjadi Rp1,04 triliun dari Rp1,62 triliun pada periode sebelumnya.

Tekanan semakin terasa di level operasional. Total beban usaha tercatat Rp870,06 miliar, turun dari Rp925,95 miliar, sehingga laba usaha anjlok menjadi Rp179,48 miliar dari Rp702,1 miliar.

Selain itu, kontribusi laba ventura bersama juga menurun menjadi Rp465,53 miliar dari Rp833,27 miliar, sementara entitas asosiasi justru mencatat rugi Rp115,28 miliar dari sebelumnya laba Rp2,37 miliar.

Beban keuangan meningkat menjadi Rp865,31 miliar dari Rp837,53 miliar. Namun, lonjakan terbesar berasal dari beban lainnya yang membengkak drastis menjadi Rp5,04 triliun dari Rp428,86 miliar. Kondisi ini mendorong rugi sebelum pajak melonjak ke Rp5,61 triliun dari Rp34,49 miliar.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Rp9,70 Triliun Sepanjang 2025

Baca Juga: Rugi Kimia Farma (KAEF) Terpangkas 60%, Sisa Rp334,9 Miliar di 2025

Dari sisi neraca, total aset ADHI turun menjadi Rp28,79 triliun dari Rp34,64 triliun. Liabilitas tercatat Rp25,49 triliun, sedikit menurun dari Rp25,67 triliun. Sementara itu, ekuitas tergerus signifikan menjadi Rp3,29 triliun dari Rp8,97 triliun pada akhir 2024.

Kinerja ini mencerminkan tekanan berat yang dihadapi Perseroan sepanjang tahun, terutama dari sisi beban non-operasional yang melonjak tajam.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement