- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Adhi Karya (ADHI) Kantongi Laba Rp154 Miliar di Q1 2026, Loncat 48.588%
Kredit Foto: Adhi Karya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menunjukkan sinyal pemulihan kinerja yang kuat pada triwulan pertama 2026. Di tengah tantangan industri konstruksi, Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan signifikan pada laba bersih dan pendapatan.
ADHI mencatatkan laba kotor sebesar Rp553 miliar. EBITDA Perseroan juga meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp464 miliar. Pada level laba bersih, Perseroan membukukan Rp154 miliar, melonjak drastis 48.588 persen dari Rp317 juta pada periode yang sama tahun lalu.
"Hal ini menunjukan pemulihan kinerja ADHI yang sudah kembali positif di triwulan I 2026 dari hasil fundamental business review yang telah dilakukan pada laporan audited tahun buku 2025," ujar manajemen.
Adhi Karya membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,7 triliun pada triwulan I 2026. Pendapatan ini ditopang oleh kontribusi Joint Operation (JO) sebesar Rp1,2 triliun dan Non Joint Operation (NJO) sebesar Rp1,7 triliun. Dengan demikian, total produksi hingga periode tersebut mencapai Rp2,9 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari proyek-proyek infrastruktur strategis, seperti Jalan Tol Jogja–Bawen Paket 1, Jalan Tol Solo–Jogja 1.1, serta proyek EPCC Jetty Propylene. Sejalan dengan itu, perolehan kontrak baru juga menunjukkan lonjakan signifikan menjadi Rp4,72 triliun, tumbuh 131,5% secara tahunan (YoY).
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp28,1 triliun. Sementara itu, liabilitas mencapai Rp24,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,5 triliun.
Baca Juga: Tumbuh 131,5%, ADHI Kantongi Kontrak Baru Rp4,72 Triliun hingga Maret 2026
Baca Juga: Bengkak Ribuan Persen, Adhi Karya (ADHI) Rugi Rp5,4 Triliun pada 2025
Rasio keuangan juga menunjukkan kondisi yang terjaga, dengan Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt sebesar 2,4 kali, rasio EBITDA to Interest (TIE) sebesar 2,55 kali, serta Current Ratio di level 1,01 kali.
"Semua rasio tersebut telah memenuhi covenant Obligasi ADHI yang menunjukan komitmen ADHI dalam menjaga kepercayaan kepada para Pemegang Obligasi dan Investor lainnya," tambah manajemen.
Ke depan, Perseroan tetap fokus memperkuat fundamental bisnis melalui operational excellence, pengelolaan arus kas yang disiplin, serta selektivitas dalam memilih proyek baru. ADHI juga mengedepankan proyek dengan profil pembayaran dan margin yang sehat guna menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: