Faxconn Mulai Uji Coba iPhone Lipat, Diprediksi Jadi yang Termahal
Kredit Foto: Freepik
Varian tertinggi berpotensi menembus lebih dari 20.000 yuan atau sekitar US$2.900 (sekitar Rp49.462.400).
Masuknya Apple terjadi di tengah tren perlambatan pasar ponsel lipat.
Menurut Counterpoint Research, pertumbuhan pengiriman perangkat lipat hanya mencapai 2,9% pada 2024, dan bahkan berpotensi mengalami penurunan satu digit pada 2025.
Total pengiriman global tercatat sekitar 16 juta unit pada 2024.
Meski demikian, Apple dikenal sebagai perusahaan yang cenderung masuk pasar setelah teknologi matang.
Fokus pada daya tahan perangkat dan pengalaman perangkat lunak yang mulus disebut menjadi strategi utama untuk mengatasi kelemahan yang selama ini dihadapi pesaing.
Baca Juga: Rilis iPhone Lipat Apple Terancam Molor, Ini Alasannya
Selain itu, laporan dari TrendForce yang mengutip Economic Daily News menyebut Apple telah meningkatkan persiapan persediaan sekitar 20% di atas target awal, sebagai indikasi keseriusan perusahaan dalam memasuki segmen ini.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, strategi premium, dan kekuatan ekosistemnya, kehadiran iPhone lipat berpotensi menjadi titik balik bagi industri ponsel lipat global. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement