Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Serangan Ditangguhkan, Gencatan Senjata Disetujui Amerika Serikat dan Iran

Serangan Ditangguhkan, Gencatan Senjata Disetujui Amerika Serikat dan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengumumkan adanya gencatan senjata dengan Iran. Hal ini menghentikan untuk sementara waktu perang kedua negara yang telah berlangsung lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran. Gencatan senjata sendiri akan berlangsung selama dua minggu, seiring diterimanya proposal gencatan senjata empat belas hari yang dimediasi oleh Pakistan.

Baca Juga: IMF: Dampak Perang Iran dan Amerika Serikat Akan Panjang

Keputusan ini diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Trump menyebut penangguhan serangan berlaku dengan syarat adanya pembukaan penuh dari Selat Hormuz.

"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran. Teheran harus menyetujui pembukaan dari Selat Hormuz," kata Trump.

Ia menyebut kesepakatan ini sebagai gencatan senjata dua arah yang membuka peluang penyelesaian konflik secara lebih luas. Hal ini juga memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk membicarakan detil proposal damai secara menyeluruh.

"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap mereka selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi," kata Trump.

Menurut Trump, Amerika Serikat telah menerima proposal sepuluh poin yang dinilai sebagai dasar yang dapat dikerjakan untuk mencapai kesepakatan final dengan Iran. Ia juga mengklaim sebagian besar perbedaan utama antara kedua pihak telah mulai menemukan titik temu.

Trump juga menyebut tujuan utamanya dalam konflik ini telah tercapai, meski sebelumnya ia beberapa kali mengubah target dan tenggat waktu. Sebelumnya, Trump bahwa pihaknya siap melancarkan serangan besar terhadap infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam waktu dekat dengan Iran.

Ancaman ini disampaikan menjelang tenggat waktu yang telah ditetapkan, yakni pada Selasa 20.00. Ia menuntut negara terkait untuk menghentikan program senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz. 

Ancaman tersebut mengguncang pasar global, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan pasokan minyak. Oleh karenanya, keputusan gencatan senjata ini menjadi sinyal awal potensi deeskalasi setelah berminggu-minggu ketegangan tinggi.

Baca Juga: Ekonomi Dunia Bergejolak, Rusia Salahkan Trump: Konsekuensi Serangan Amerika Serikat ke Iran

Meski demikian, keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada komitmen kedua pihak dalam mematuhi kesepakatan dan melanjutkan proses diplomasi menuju perdamaian permanen di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar