Coba Didamaikan Pakistan, Ini Sejumlah Tuntutan Iran dan Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
Baca Juga: Begini Nasib Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.
“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.
Iran dilaporkan telah menerima proposal damai berisi lima belas poin dari Amerika Serikat. Washington di sisi lain juga telah menerima proposal terpisah yang terdiri dari sepuluh poin dari Iran.
Proposal Amerika Serikat sendiri berisi sejumlah tuntutan penting yang mesti dipenuhi oleh Iran. Proposal itu sendiri diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.
Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.
Amerika Serikat di sisi lain juga telah menerima proposal sepuluh poin yang dinilai sebagai dasar yang dapat dikerjakan untuk mencapai kesepakatan final dengan Iran. Washington juga mengklaim sebagian besar perbedaan utama antara kedua pihak telah mulai menemukan titik temu.
Iran dalam proposal tersebut menuntut jaminan bahwa tidak akan ada serangan lanjutan terhadap wilayahnya. Selain itu, mereka juga meminta penghentian serangan dari Israel ke Hezbollah di Lebanon.
Iran juga menginginkan pencabutan seluruh sanksi internasional yang selama ini membatasi ekonominya. Sebagai imbalannya, mereka menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, terdapat syarat tambahan berupa biaya sekitar US$2 juta per kapal yang melintas dalam jalur tersebut. Biaya ini rencananya akan dibagi dengan Oman.
Adapun Iran juga akan menggunakan bagian dari pendapatannya untuk membiayai rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Pendekatan ini disebut sebagai alternatif dari tuntutan kompensasi langsung.
Baca Juga: Serangan Ditangguhkan, Gencatan Senjata Disetujui Amerika Serikat dan Iran
Meski proposal ini menunjukkan adanya upaya kompromi, sejumlah poin dinilai sulit diterima oleh pihak dari Amerika Serikat dan Iran. Hal ini terutama terkait biaya pelayaran dan tuntutan penghentian operasi militer sekutu. Perbedaan kepentingan strategis antara kedua pihak membuat peluang tercapainya kesepakatan masih belum pasti.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: