Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ancam Hancurkan Iran, Trump Dikecam Dunia hingga Internal Amerika Serikat

Ancam Hancurkan Iran, Trump Dikecam Dunia hingga Internal Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat menjadi sorotan dunia gegara pernyataan kontroversialnya terkait dengan Iran. Meski ada gencatan senjata, dunia mengecam ancaman yang telah diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke Teheran.

Trump diketahui mengancam akan menghancurkan total wilayah dari Iran. Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak akan bisa dihidupkan kembali. Hal tersebut membuat sebagai pihak khawatir bahwa sang presiden akan menggunakan senjata pemusnah massal seperti bom nuklir.

Baca Juga: Coba Didamaikan Pakistan, Ini Sejumlah Tuntutan Iran dan Amerika Serikat

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kemungkinan besar akan terjadi," ungkap Trump.

Pernyataan tersebut langsung mendapatkan kecaman tak hanya dari ranah domestik namun juga internasional. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan sangat mengkhawatirkan, apalagi datang dari seorang yang menduduki jabatan presiden.

Partai Demokrat Amerika Serikat juga mengecam keras pernyataan dari Trump. Pimpinan Demokrat di Senat menyatakan bahwa ancaman tersebut tidak hanya membahayakan dunia internasional, tetapi juga dapat memperburuk keamanan nasional dan meningkatkan risiko terhadap personel militer dari Washington.

Mereka juga menyoroti bagaimana adanya ketidakjelasan terkait dengan tujuan hingga durasi operasi dari Amerika Serikat di Iran. Awalnya operasi tersebut disebut sebagai operasi jangka pendek untuk mencegah adanya kepemilikan senjata nuklir, namun nyatanya hal tersebut selalu berubah hingga membuat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Kritik juga datang dari dalam Partai Republik Amerika Serikat. Senator Amerika Serikat, Lisa Murkowski menyerukan deeskalasi segera antara Washington dan Iran. Ia berharap kedua negara bisa menenangkan diri sebelum semuanya terlambat di Timur Tengah.

Tokoh Media Konservatif, Tucker Carlson juga mengecam retorika dari Trump. Pernyataan soal penghancuran total sebuah wilayah baginya merupakan tindakan yang tidak pantas untuk dilontarkan seorang presiden.

Sementara Anggota Kongres, Marjorie Taylor Greene bahkan menyinggung kemungkinan penggunaan Amandemen ke-25. Hal tersebut memungkinkan presiden dinyatakan tidak mampu menjalankan tugasnya, meski skenario ini dinilai sangat kecil kemungkinannya terjadi di Amerika Serikat.

Pernyataan Trump dinilai berpotensi memperburuk ketegangan global sekaligus meningkatkan risiko politik domestik di AS. Dengan konflik yang belum mereda dan tekanan internasional yang meningkat, retorika keras tersebut menambah kompleksitas upaya diplomasi yang tengah berlangsung.

Meski demikian, baru-baru ini gencatan senjata telah dicapai oleh Iran dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon.

Baca Juga: Begini Nasib Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak. Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar