Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PBB Kirim Utusan Menuju Iran, Dorong Upaya Akhiri Konflik dengan Amerika Serikat

PBB Kirim Utusan Menuju Iran, Dorong Upaya Akhiri Konflik dengan Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters/Eduardo Munoz
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan tengah berupaya untuk mendamaikan konflik dari Iran dan Amerika Serikat. Hal ini salah satunya dilakukan dengan mengirimkan utusan khusus dari PBB.

Dikutip dari Reuters, Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jean Arnault dilaporkan tengah menuju Iran. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres.

Baca Juga: Dari Listrik hingga Air, Hacker Iran Targetkan Infrastruktur Amerika Serikat

Menurut laporan, rencana perjalanan tersebut masih bergantung pada faktor keamanan dan logistik dalam lapangan. PBB sendiri belum merilis detail lengkap terkait agenda dan rute kunjungan tersebut.

Namun, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani menyebut kontingan yang akan berkunjungan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Teheran.

"Iran siap untuk terlibat secara konstruktif dengan semua upaya diplomatik yang tulus, termasuk melalui Pakistan, Turki, Mesir, China dan Rusia," katanya.

Iravani menyatakan bahwa Iran menyambut baik langkah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia mengapresiasi pengiriman utusan khusus ke Iran . Teheran juga menyatakan kesiapan untuk terlibat secara konstruktif dalam berbagai upaya diplomatik guna mengakhiri konflik.

"Kami mendukung setiap inisiatif kredibel yang mampu mengakhiri perang yang melanggar hukum dan tidak beralasan ini secara berkelanjutan," katanya.l

Upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa ini menjadi bagian dari tekanan internasional yang semakin kuat untuk mengakhiri perang yang telah berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. Meski demikian, keberhasilan misi diplomatik ini akan sangat bergantung pada situasi keamanan dan komitmen para pihak yang terlibat dalam konflik.

Adapun Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat. Pihaknya siap menjadi mediator kedua negara untuk mendiskusikan perdamaian secara permanen demi keamanan di Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Pengumuman ini menandai perkembangan penting dalam upaya meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

Baca Juga: Gegara Israel, Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat Terancam Batal

Sharif juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak. Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar