Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspor Batam Turun 3,67 Persen Dipicu Sektor Kapal, Manufaktur Tetap Tangguh

Ekspor Batam Turun 3,67 Persen Dipicu Sektor Kapal, Manufaktur Tetap Tangguh Kredit Foto: Romus Panca
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja ekspor Batam pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan ekonomi. Di balik penurunan total ekspor, sejumlah sektor justru mencatat pertumbuhan kuat dan menopang daya saing industri daerah.

Melansir ANTARA, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total ekspor Januari-Februari 2026 sebesar 3,10 miliar dolar AS atau turun 3,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun penurunan ini tidak terjadi secara merata di seluruh sektor.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menjelaskan bahwa sejumlah pasar utama dan sektor industri masih menunjukkan kinerja positif. Hal ini menandakan bahwa basis ekspor Batam tetap memiliki daya tahan di tengah tekanan global.

Salah satu indikatornya terlihat dari lonjakan ekspor ke Amerika Serikat yang meningkat 30,71 persen menjadi 860,32 juta dolar AS. Kinerja ini menempatkan AS sebagai pasar terbesar bagi produk Batam pada awal tahun ini.

Selain itu, ekspor ke India melonjak tajam hingga 410,23 persen menjadi 344,67 juta dolar AS, sementara Singapura juga mencatat pertumbuhan sebesar 4,52 persen. Penguatan juga terjadi di pasar lain seperti Tiongkok dan Jerman yang masing-masing tumbuh signifikan.

Dari sisi komoditas, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama dengan pertumbuhan pada mesin dan peralatan listrik, produk kimia, serta perangkat optik. Hal ini menunjukkan bahwa industri berorientasi ekspor di Batam masih memiliki daya saing yang kuat.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tekanan besar dari sejumlah sektor utama yang mengalami penurunan tajam. Sektor kapal menjadi yang paling terdampak, dengan nilai ekspor anjlok drastis dari 504,47 juta dolar AS menjadi 70,82 juta dolar AS.

Penurunan juga terjadi pada komoditas kakao dan produk besi-baja olahan yang masing-masing mengalami kontraksi signifikan. Secara kumulatif, ketiga sektor ini menyumbang penurunan hingga 598,78 juta dolar AS.

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan total koreksi ekspor Batam yang hanya sebesar 118,38 juta dolar AS. Artinya, tanpa penurunan di tiga sektor tersebut, kinerja ekspor Batam sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca Juga: Batam Perkuat Tata Kelola, Pengusaha Dapat Kepastian Berusaha

“Kenaikan di pasar-pasar ini menegaskan bahwa basis ekspor Batam masih memiliki daya saing yang kuat, khususnya pada produk manufaktur yang berorientasi ekspor,” ujar Fary.

Dengan demikian, pelemahan ekspor Batam lebih mencerminkan tekanan sektoral daripada penurunan menyeluruh. Struktur ekspor yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan pertumbuhan ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat