Kredit Foto: Antara/Rony Muharrman
Penurunan serapan bensin subsidi yang mencapai sekitar 2.500 kiloliter per hari ini berbanding terbalik dengan kinerja bensin non-subsidi atau BBM Umum.
Rizwi mencatatkan adanya pertumbuhan permintaan pada sektor bensin komersial tersebut.
“Sedangkan kebutuhan minyak bensin jenis BBM umum atau non subsidi tahun 2025 sebesar 24.055 kiloliter per hari, atau naik menjadi 25.254 kiloliter per hari pada posisi 2026 sampai dengan Februari,” bebernya.
Meski konsumsi domestik menunjukkan pergeseran ke arah BBM non-subsidi, tantangan besar masih membayangi ketahanan energi nasional.
Rizwi blak-blakan menyebut sebagian besar bensin yang dibakar di jalanan Indonesia masih merupakan barang impor.
Ia memaparkan, pada tahun 2025, impor bensin mendominasi hingga 60,18% dari total kebutuhan harian.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Kebijakan Tahan Harga BBM 2026 Adalah Instruksi Presiden
Sedangkan untuk tahun 2026, angka tersebut diprediksi masih berada di level tinggi, yakni sekitar 59%.
“Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia, karena posisi kebutuhan bensin sampai saat ini masih membutuhkan importasi,” imbuh Rizwi. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus