Kredit Foto: Istihanah
Di tengah meroketnya harga plastik akibat konflik di Timur Tengah, pelaku industri disebut meminta pemerintah untuk memberikan relaksasi tarif bea masuk bahan baku plastik..
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hingga saat ini dirinya belum menerima permintaan tersebut. “Minta ke siapa? Nggak minta ke saya,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, dikutip Kamis (9/4).
Menurut Purbaya, pelaku industri plastik perlu terlebih dahulu berdiskusi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait usulan keringanan bea masuk bahan baku seperti nafta dan LPG, sebelum kemudian diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Minta ke Kemenperin, terus ke saya. Kan gini, itu kenapa naik? Karena bahan bakunya juga naik. Tapi ketika turun akan turun juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga plastik bersifat sementara mengikuti perkembangan global. Jika pun ada kebijakan baru, sifatnya juga akan sementara.
"Seandainya ada kebijakan pun, pasti akan kami pertimbangkan. Tapi mereka belum ke saya, jadi saya nggak tahu," katanya.
Baca Juga: Benarkah Gaji ke-13 ASN hingga PPPK Kena Efisiensi? Purbaya Bilang Begini
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Kemenperin Dorong Industri Cari Bahan Baku Alternatif
Hingga kini, Purbaya mengaku belum ada komunikasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait isu plastik tersebut.
Sebagai catatan, harga plastik di Indonesia pada April 2026 tercatat melonjak 30% hingga 80% akibat gangguan pasokan bahan baku global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement