Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Soroti Pergerakan Saham KUAS, Ada Apa?

Bursa Soroti Pergerakan Saham KUAS, Ada Apa? Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia mengumumkan adanya pergerakan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Ace Oldfields Tbk (KUAS), seiring lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

Secara pergerakan, saham KUAS memang mencatatkan kenaikan yang cukup tajam. Dalam sepekan terakhir, saham ini melonjak 57,32% dan bahkan melesat 67,53% dalam sebulan. 

Namun, setelah pengumuman UMA dirilis, saham KUAS justru mengalami tekanan. Pada sesi pertama perdagangan Kamis (9/4), sahamnya tercatat turun -12,24% ke level Rp130.

Yulianto menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal. Meski demikian, langkah ini merupakan bentuk peringatan dini kepada investor agar lebih berhati-hati dalam mencermati pergerakan saham yang tidak biasa.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham KUAS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto.

Baca Juga: Melejit 215,45%, Saham Ini Bolak-balik Kena Suspensi BEI

Baca Juga: PEGE Bakal Terbitkan 944,47 Juta Saham Baru Lewat Rights Issue

Ia pun mengimbau para investor untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan. Investor diminta untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan klarifikasi dari Bursa, mencermati kinerja serta keterbukaan informasi perusahaan, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Selain itu, investor juga diingatkan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan keputusan investasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement