Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Hitung Ulang, 4 Jenis BBM Ini Akan Disesuaikan Harganya

Pemerintah Hitung Ulang, 4 Jenis BBM Ini Akan Disesuaikan Harganya Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah krisis energi imbas konflik di Timur Tengah, pemerintah saat ini tengah menghitung ulang harga empat jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Keempat jenis BBM tersebut adalah Pertamax RON 92, Pertamax Green RON 95, Pertamax Turbo RON 98, serta solar Pertamina Dex. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa setelah perhitungan selesai, akan ada penyesuaian harga bagi BBM nonsubsidi tersebut.

"Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," ujar Bahlil di Istana, Jakarta, dikutip Kamis (9/4).

Saat ini, pemerintah bersama Pertamina dan pihak swasta masih melakukan exercise untuk menentukan harga yang tepat. 

Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi. Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta,” jelasnya.

Sebagai catatan, harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 tetap tidak mengalami kenaikan. Pertamax RON 92 dijual Rp12.950/liter, Pertamax Green RON 95 Rp13.900/liter, Pertamax Turbo RON 98 Rp14.400/liter, dan Pertamina Dex (solar) Rp14.500/liter.

Orang Kaya Tak Lagi Dapat Subsidi BBM

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa subsidi BBM akan tetap dipertahankan untuk mayoritas rakyat, khususnya kelompok yang membutuhkan. Ia menyebut sekitar 80 persen masyarakat masih akan menjadi prioritas dalam skema subsidi tersebut.

“Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” ujar Prabowo.

Di sisi lain, pemerintah mulai memberikan sinyal tegas bahwa kelompok masyarakat mampu tidak lagi menjadi bagian dari penerima subsidi energi. Ke depan, mereka akan didorong untuk membeli BBM dengan harga pasar.

“Pada saatnya, orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa subsidi tidak seharusnya dinikmati oleh kelompok yang secara ekonomi sudah mampu.

Langkah ini mencerminkan pergeseran besar dalam kebijakan energi nasional, dari pendekatan yang bersifat menyeluruh menuju sistem yang lebih selektif.

Baca Juga: Prabowo: Orang Kaya Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Harus Bayar Harga Pasar

Baca Juga: ESDM Ungkap Warga RI Mulai 'Diet' Bensin Subsidi, BBM Umum Melejit

Subsidi tidak lagi dilihat sebagai hak semua orang, melainkan sebagai instrumen perlindungan bagi kelompok rentan.

Selain penyesuaian subsidi, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mengendalikan konsumsi energi dalam jangka pendek. Prabowo menyebut satu tahun ke depan sebagai periode yang krusial dalam pengelolaan energi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya