- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Anak Buah Bahlil Pastikan Harga Pertamax Turun Asal Satu Syarat Ini Terjadi
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Kabar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terus menjadi perhatian publik. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang terus bergerak dinamis, pemerintah akhirnya memberikan sinyal jelas soal kemungkinan penurunan harga BBM, termasuk Pertamax.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia memastikan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak akan selamanya bertahan di level yang sama. Menurutnya, harga tersebut akan mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia sesuai mekanisme pasar.
Dwi menegaskan, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM nonsubsidi juga akan ikut terkoreksi.
"Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun," katanya di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan bahwa prinsip yang sama berlaku ketika harga minyak dunia melonjak. Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga BBM nonsubsidi berdasarkan nilai keekonomian yang berlaku.
"Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," ujarnya.
Baca Juga: Heboh Struk Pembelian Pertalite Rp18.040, Pertamina Angkat Bicara
Menurut Dwi, baik BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina maupun yang dipasarkan SPBU swasta berada dalam mekanisme pasar yang sama. Karena itu, perubahan harga minyak mentah dunia akan selalu menjadi faktor utama dalam penentuan harga jual.
"Balik lagi, kita tahu kondisi saat ini kenaikan harga BBM non-subsidi ini memang sudah berlangsung. Kalau kita bicara negara-negara kawasan di tetangga sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan, penyesuaian," ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah diketahui sempat mempertahankan harga Pertamax. Dwi menyebut langkah tersebut tidak lepas dari upaya Presiden Prabowo Subianto menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.
Saat berbagai negara dan pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian harga, Pertamax sempat menjadi satu-satunya BBM nonsubsidi yang belum mengalami kenaikan.
Namun, seiring semakin tingginya tekanan harga energi global, penyesuaian akhirnya tidak bisa dihindari hingga harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Baca Juga: Pertamina Bagi-Bagi Cuan! Isi BBM Bisa Dapat Cashback hingga Ratusan Ribu
"Seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," jelas Dwi.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa peluang Pertamax turun masih terbuka lebar. Kuncinya hanya satu, harga minyak dunia harus bergerak turun. Jika itu terjadi, masyarakat berpotensi kembali menikmati harga BBM nonsubsidi yang lebih murah dalam waktu mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri